// <![CDATA[APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MEMPREDIKSI PENGARUH PENURUNAN MUKA AIR TANAH TERHADAP PENURUNAN TANAH (STUDI KASUS DKI JAKARTA)]]> Aprilana, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 CAHYO NUGRAHA / 231996013 Penulis Rasyad Muhara, S.T. Dosen Pembimbing 2 Ir. Yuliana Susilowati, M.Si. Dosen Pembimbing 2
Sekitar 30-50% kebutuhan akan air bersih di Jakarta masih menggantungkan kepada sumberdaya airtanah. Hal itu disebabkan oleh terbatasnya penyediaan air bersih dart sumber lainnya dan sumber daya air tanah merupakan altematif yang termudah serta praktis untuk dieksploitasi. Dart sisi penyediaan (supply) ada kecenderungan menurun, baik jumlah maupun mutunya, sementara kebutuhan (demand) kecenderungan menaik. Keadaan ini terlihat dengan semakin menurunnya muka airtanah dart tahun ke tahun di beberapa tempat di Jakarta. Fenomena alam Jain yang terjadi adalah penurunan muka tanah baik secara Jokal (perosokan) maupun secara regional (amblesan). Keretakan pada bangunan-bangunan besar, dan amblesnya beberapa fasilitas umum merupakan indikator proses amblesan tanah yang mulai terjadi. Diduga fenomena penurunan muka tanah tersebut akibat dart pengambilan airtanah yang berlebihan. Dengan memanfaatkan teknologi SIG, kedua fenomena tersebut dianalisis secara spasial dengan menggunakan metode overlay. Selanjutnya data atribut yang menyertai hasil analisis spasial tersebut diuji secara korelasi dan regresi untuk melihat hubungan keterkaitan antara kedua fenomena. Sebagai kesimpulannya diketahui bahwa pengaruh penurunan muka airtanah terhadap penurunan tanah berkisar antara 50% - 53%. Besamya penurunan tanah yang mungkin terjadi adalah 4 cm untuk setiap penurunan muka airtanah sebesar 10 m pada lapisan akuifer kedalaman 40-140 m dan akuifer kedalaman >140m secara bersamaan.