PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 7 SEBAGAI DATA PENUNJANG DALAM MENGIDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR (Studi Kasus Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan)
Longsor atau Gerakan Tanah Merupakan fenomena alam yang sering terjadi pada lapisan tanah yang tidak kompak pada lereng dengan kandungan air yang cukup tinggi. Fenomena ini sering ditemukan di Indonesia dalam bentuk rayapan lereng (creep) dan longsor lahan (landslide). Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan metoda analisis citra dengan cara interpretasi visual untuk menemukan kenampakan bentuk lahan yang secara geologis berpotensi longsor di Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa daerah studi merupakan daerah yang rawan terhadap longsor. Dengan luas longsor potensi tinggi sebesar 1457,715 ha, longsor potensi sedang sebesar 3421,129 ha dan longsor potensi rendah sebesar 516,218 ha.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 7 SEBAGAI DATA PENUNJANG DALAM MENGIDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR (Studi Kasus Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan) ().Teknik Geodesi:FTSP
Chicago Style
.PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 7 SEBAGAI DATA PENUNJANG DALAM MENGIDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR (Studi Kasus Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan) ().Teknik Geodesi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 7 SEBAGAI DATA PENUNJANG DALAM MENGIDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR (Studi Kasus Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan) ().Teknik Geodesi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 7 SEBAGAI DATA PENUNJANG DALAM MENGIDENTIFIKASI DAERAH RAWAN LONGSOR (Studi Kasus Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan) ().Teknik Geodesi:FTSP,2003.Text