// <![CDATA[MODEL ESTIMASI BANGKITAN PERJALANAN DARI PERUMAHAN DI DAERAH PINGGIRAN (Studi kasus:]]> Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir.,MSP Dosen Pembimbing 2 FITRI FADILLAH / 2494021 Penulis Ir. Reny Savitry, M.T. Dosen Pembimbing 1
Perkembangan kota yang dicirikan dengan perkembangan daerah pinggiran membawa dampak terhadap perubahan penggunaan lahan yang sangat inlensif dari tanah pertanian subur ke kawasan industri dan pemukiman berskala besar. Perubahan penggunaan lahan tersebut diiringi perubahan distribusi penduduk ke pinggiran untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal mengakibatkan meningkatnya produksi perjalanan dari daerah pinggiran dimana hal tersebut mempengaruhi kondisi lalu lintas terutama pada jam puncak di pintu masuk Kota Bandung, khususnya di Koridor Timur Kota Bandung sebagai akibat lemahnya penyediaan infrastruktur yang ada. Mengacu pada perkembangan yang terjadi, dampak dari perkembangan perumahan sebagai salah satu wujud dari proses perkembangan suburbanisasi perlu diantisipasi juga sebagai daerah dengan bangkitan perjalanan baru pada system transportasi kota secara keseluruhan. Untuk itu, maka studi yang akan dilakukan bertujuan untuk memperkirakan jumlah bangkitan perjalanan yang dihasilkan dari perumahan sederhana di daerah pinggiran. Metode ana/isis yang digunakan dalam memprediksikan bangkitan perjalanan dari perumahan sederhana di Daerah Pinggiran Timur Kota Bandung ini adalah Metode Regresi Berganda. Berdasarkan dugaan para ahli, ketersediaan data dan studi-studi bangkitan perjalanan dari kawasan perumahan yang telah dilakukan, yang menjadi variabelvariabel bebasnya adalah jumlah anggota keluarga (XI), jumlah anggota keluarga yang bekerja (X2), jumlah anggota keluarga yang sekolah (X3), rata-rata jumlah kepemilikan kendaraan bermotor per perumahan (X4) dan rata-rata Lingkat pendapatan per-bulan per perumahan (X5). Dari hasil studi ini, di dapat model bangkitan perjalanan dari perumahan sederhana untuk periode jam sibuk pagi (07.00-09.00),jam sibuk siang (12.00-14.00) dan jam sibuk sore (16.00-18.00). Model ini diharapkan menjadi model taksiran perhitungan konsentrasi masalah lalulintas bagi perencana dan pengambil kepulusan tala guna lahan di perkotaan sebagai pertimbangan dalam perijinan lokasi yang akan membawa konsekuensi pada masalah lalu linlas.