// <![CDATA[SARANA AGROWISATA TANAMAN HIAS DI CIWIDEY]]> KUSTIANI / 21.2004.073 / AR Dosen Pembimbing 1 0427075701 - Ir. Widji Indahing Tyas , MT Dosen Pembimbing 2 Ir. Dassa Sudana. Dosen Pembimbing 1
Sarana Agrowisata Tanaman Hias merupakan suatu sarana yang menawarkan wisata pertanian dengan komoditas utamanya berupa tanaman hias. Proyek Tugas Akhir ini berlatar belakang dari bisnis wisata dengan mempopulerkan tanaman sebagai objek wisatanya atau lebih dikenal dengan agrowisata yang semakin berkembang di kawasan yang memiliki potensi dengan keanekaragaman varietas tanaman yang menjadi unggulan di daerahnya tersebut. Secara fisik kawasan wisata agro Ciwidey memiliki keanekaragaman hasil pertanian perkebunan dan kehutanan, namun semakin berkembangnya bisnis pariwisata terutama bisnis agrowisata, tidak menutup kemungkinan akan bermunculan varietas-varietas baru terutama dari varietas pertanian yang menjadi unggulan di Ciwidey, terutama untuk tanaman hortikultura, khususnya tanaman hias.Tanaman hias sebagai salah satu tanaman hortikultura sangat tepat dijadikan sebagai objek komersial pada sarana agrowisata ini. Tema yang diambil dalam proyek tugas akhir ini adalah Arsitektur Organik. Secara asli dalam arsitektur istilah organik berarti sebagian untuk keseluruhan - keseluruhan untuk sebagian.Wujud dari bentuk organik sendiri merupakan intisari dari pemanfaatan sumber daya alami mencakup bahan material, perencanaan tapak, dan elemen-elemen alami seperti air, tanaman, dan pepohonan. Proyek Tugas Akhir ini memiliki tujuan diantaranya adalah untuk mengembangkan potensi bisnis tanaman hortikultura (tanaman hias) di kawasan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan untuk menyediakan sarana/ fasilitas wisata, khususnya agrowisata tanaman hias di daerah Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Perencanaan proyek ini diawali dengan menganalisa kondisi tapak, kebutuhan ruang, dan aktivitas yang akan terjadi. Setelah proses perencanaan, kebutuhan ruang yang dibutuhkan disesuaikan dengan luas tapak. Proses perencanaan menjadi titik awal untuk dilanjutkan menuju proses perancangan. Kemudian, segala aspek yang telah dituangkan dalam proses perencanaan dilanjutkan menjadi proses skematik. Semua proses tersebut menjadi satu kesatuan untuk mencapai proses perancangan yang utuh. Metoda yang digunakan adalah metoda analisis yang dilakukan meliputi tahap pengumpulan data (studi literatur, observasi lapangan, wawancara, studi banding,seleksi), tahap analisis dan sintesis, dan tahap pengembangan konsep. Proses konsep perancangan ini mengacu pada hasil analisis dan studi pembelajaran berdasarkan tema dan judul yang diambil. Dengan adanya proyek ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan potensi agrowisata menjadi semakin baik dan dikembangkan di setiap daerah yang memilki potensi besar dalam hal bisnis agrowisata.