// <![CDATA[PENENTUAN PRIORITAS SEKTOR PEMBANGUNAN EKONOMI POTENSIAL KOTA METRO]]> Ratna Agustina, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 Achadiat Dritasto, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Hendrawan / 2497009 Penulis
Pada tahun 1999, Kota Metro secara resmi terpisah dari Kabupaten Lampung Tengah berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten dan Kota. Pembentukan Kota Metro tersebut bahkan membawa dampak seperti. Bertitik tolak dari hal tersebut, maka Kota Metro salah satunya perlu untuk menentukan sektor potensial yang diunggulkan untuk dijadikan sektor prioritas. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan beberapa metode analisis, yaitu analisis laju pertumbuhan PDRB untuk melihat laju pertumbuhan ekonomi sektor, metode LQ untuk melihat seberapa besar kontribusi sektomya terhadap Kota Metro dan kemampuan mengekspor ke wilayah lainnya, metode shift and share untuk melihat pengaruh kontribusi sektor terhadap Kota Metro, metode spesialisasi untuk melihat kekhususan sektor dan dapat dijadikan sektor unggulan di Kota Metro, analisis PAD untuk melihat seberapa besar kontribusi sektor dalam penerimaan pendapatan daerah dilihat dari pajak, retribusi dan penerimaan lain-lain. Berdasarkan hasil tiap-tiap analisis tersebut, didapat delapan kesimpulan sektor-sektor potensial yang diunggulkan di Kota Metro yaitu sektor pertanian, sektor pertambangan, sektor konstruksi, sektor transportasi, sektor listrik, sektor perdagangan, sektor keuangan dan sektor jasa. Dari kedelapan sektor potensial yang diunggulkan diatas, diperoleh tahapan keluaran sektor prioritas yang telah dibobotkan dengan menggunakan analisis proses hierarki. Tahapan sektor prioritas tersebut yaitu sector pertanian sebagai prioritas I dengan bobot 0, 18, sektor konstruksi sebagai prioritas II dengan bobot 0, 1 7, sektor transportasi dan komunikasi sebagai prioritas III dengan bobot 0, 13, sektor listrik, perdagangan, hotel dan restoran dan sektor jasa sebagai prioritas IV dengan bobot 0, 12, sektor keuangan sebagai prioritas V dengan bobot 0, 09, dan terakhir sektor pertambangan dan penggalian sebagai prioritas VI dengan bobot 0,06. Dari analisis tersebut dilakukan kesesuaian dengan sektor-sektor potensial yang telah dianalisis sehingga keluaran yang dihasilkan dalam studi ini diharapkan dapat dijadikan masukan dan arahan bagi pemerintah daerah dalam menentukan sektor-sektor potensial yang diunggulkan untuk dijadikan sektor prioritas pengembangan di Kota Metro.