// <![CDATA[STUDI PENGEMBANGAN PUSAT-PUSAT PELAYANAN DI WILAYAH KEDIRI]]> Achadiat Dritasto, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 ALIA INTAN KRISTINASARI / 241997025 Penulis
Wilayah Kediri merupakan penggabungan antara Wilayah Kota Kediri dengan Kabupaten Kediri. Hingga saat ini, dalam hal pelayanan sektor sosial-ekonomi wilayah ini masih bergantung pada Kota Kediri yang pada dasamya mempunyai ketersediaan fasilitas sosial-ekonomi terlengkap di wilayahnya. Bahkan Kota Kediri merupakan tumpuan bagi kota-kota se-Karesidenan Kediri. Masyarakat di kota-kota terse but dalam hal pelayanannya masih menggantungkan Kota Kediri. Masalah-masalah yang timbul akibat adanya hal tersebut diatas diantaranya adalah batas Kota Kediri yang telah melebihi wilayah administrasi. Hal ini disebabkan karena banyaknya penduduk yang berkeinginan. untuk bertempat tinggal di Wilayah Kota Kediri. Sehingga Kota Kediri merupakan perturnpukan dari semua kegiatan yang terdapat di Wilayah Kediri. Berdasarkan permasalahan diatas, tujuan dari studi ini adalah untuk memilih dan mengembangkan pusat-pusat pelayanan barn yang berada di Wilayah Kediri. Diharapkan akan terjadi penyatuan pusat-pusat pelayanan antara Kota dan Kabupaten Kediri. Karena pada dasamya suatu kota tersebut tidak dapat berdiri sendiri dan akan selalu bergantung dengan kota-kota lainnya yang berada disekitarnya. Sehingga diharapkan pusat-pusat pelayanan tersebut nantinya akan menimbulkan keefektifan dan keefisiensian kota. Ke-khasan studi ini adalah pada penyatuan pusat-pusat pelayanan baik Kota maupun Kabupaten Kediri, sehingga pembentukan kota dipengaruhi oleh kota-kota metropolitan. Penentuan pusat-pusat pelayanan di Wilayah Kediri ini menggunakan beberapa metode, yaitu Metode Indeks Sentralitas yang dipergunakan untuk melihat keterpusatan fasilitas-fasilitas. Metode selanjutnya adalah Metode Skalogram Guttman yang dalam studi ini dipergunakan untuk melihat ketersediaan fasilitas yang terdapat di tiap kecamatan. Kedua metode tersebut didasarkan pada data-data jumlah dan jenis fasilitas per-kecamatan. Sedangkan yang ketiga adalah Metode Aksesibilitas yang dipergunakan untuk mengetahui tingkat aksesibilitas atau tingkat daya hubung dengan mempergunakan jarak sebagai variabelnya. Selanjutnya menggunakan Metode AHP untuk menghasilkan bobot dan untuk mengetahui hirarki serta arah pelayanan digunakan Metode P-Median. Dari hasil analisis dengan menggunakan metode-metode diatas, diperoleh 7 pusat-pusat pelayanan di Wilayah Kediri, yaitu sebagai hirarki I adalah Kecamatan Kota; Hirarki II Kecamatan Pare; Hirarki III adalah Kecamatan Ngadiluwih; Kecamatan Pagu; Kecamatan Purwoasri; Kecamatan Wates dan Kecamatan Grogol. Untuk hirarki IV merupakan kecamatan-kecamatan lain yang belum tennasuk ke dalam hirarki I sampai dengan III. Pusat pelayanan di Wilayah Kediri terdapat 1 kecamatan yaitu, Kecamatan Kota. Sedangkan 6 (enam) kecamatan lainnya merupakan sub pusat pelayanan kota.