// <![CDATA[IDENTIFIKASI PERSEPSI MASYARAKAT SEKITAR DAN PENGUNJUNG TERHADAP KEBERADAAN FACTORY OUTLET DI MASA YANG AKAN DATANG (Studi. Kasus :]]> Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir., MSP. Dosen Pembimbing 1 ANDREAS MAY JAYA SAPUTRA / 241996032 Penulis Zufaldy Urufi, S.T> Dosen Pembimbing 2
Penetrasi lahan atau sering juga disebut sebagai perubahan pemanfaatan lahan kepada fungsi baru ke dalam suatu fungsi yang homogen, merupakan suatu gejala yang umum di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini juga terjadi di Kota Bandung, dimana semakin banyak bermunculan pemanfaatan lahan baru yang berorientasi ekonomi di kawasan-kawasan perumahan dan koridor-koridor jalan utama di Kota Bandung. Salah satu bentuk pemanfaatan lahan yang beberapa tahun belakangan ini mulai berkembang di kawasan-kawasan perumahan dan koridor jalan-jalan utama Kota Bandung adalah perdagangan factory outlet (seperti factory outlet yang terdapat di koridor Jl. Ir. H. Juanda dan koridor Jl. Dr. Otten), umumnya pemanfaatan lahan baru tersebut seringkali tidak sesuai dengan kebijakan yang terdapat di dalam rencana kota yang telah dibuat pemerintah. Dan pihak yang merasakan darrpak eksternalitas negative langsung akibat keberadaan pemanfaatan lahan yang berorientasi ekonomi tersebut adalah masyarakat. Sedangkan sejauh mana dampak eksternalitas negatif yang dirasakan masyarakat dan bagaimana keberadaan factory outlet ini dimasa yang akan datang menurut masyarakat, merupakan suatu pennasalahan yang perlu untuk dicari jawabannya. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut, maka akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah mengidentifikasi karakteristik perdagangan factory outlet serta mengidentifikasi persepsi masyarakat sekitar dan pengunjung atas keberadaan factory outlet di koridor Jl. Ir. H. Juanda dan koridor Jl. Dr. Otten di masa yang akan datang. Sasaran yang akan dicapai dalam studi ini adalah merrperjelas jenis/karakteristik perdagangan factory outlet, mengidentifikasi besarnya kebergantungan dua variabel yang mempengaruhi keputusan terhadap keberadaan factory outlet berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dan perilaku pengunjung dan masayarakat sekitar factory outlet menggunakan metoda tabulasi silang, dan mengidentifikasi variabel dominan yang mempengaruhi keputusan keberadaan factory outlet di masa yang akan datang serta memprediksi keberadaan factory outlet di masa yang akan datang di kedua wilayah studi menggunakan metoda regresi linier berganda. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis adalah pengunjung factory outlet di koridor Jl. Ir. H. Juanda cendrung untuk memiiih agar factory outlet di koridor jalan ini dikembangkan di masa yang akan datang, sedangkan masyarakat sekitar factory outlet di koridor jalan ini cendrung memilih dipertahankan jumlah factory outlet yang ada di koridor jalan ini di masa yang akan datang. Pengunjung factory outlet di koridor Jl. Dr. Otten cendrung memilih factory outlet di koridor jalan ini dipertahankan dan dikembangkan di masa yang akan datang, sedangkan masyarakat sekitar factory outlet di koridor jalan ini cendrung memilih di tutup dan dipindahkan untuk keberadaan factory outlet di masa yang akan datang. Model persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan di dalam studi ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam memprediksi dan membuat kebijakan untuk keberadaan factory outlet di kedua wilayah studi ini di masa yang akan datang. Pemerintah Kota Bandung juga telah membuat peraturan daerah yang berkenaan dengan perubahan peruntukan lahan dan guna usaha (seperti IPPT, IMB, SIUP, dll), selain itu telah dibuat kebijakan dan upaya-upaya penanganan yang berkenaan dengan keberadaan FO di masa yang akan datang.