// <![CDATA[KAJIAN SISTEM PELAYANAN KEBUTUHAN AIR BERSIH DALAM KAITANNYA DENGAN RENCANA PENGEMBANGAN KOTA BEKASI]]> Widya Suryadini, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 IMAN DARMAWAN / 241997026 Penulis
Strategi pembangunan nasional mengacu kepada pengembangan sektor-sektor yang strategis dan menguntungkan pada suatu daerah . Sehingga UU 24/1992 tentang Penataan Ruang maupun UU 22/1999 tentang Pemerintah Daerah dapat dipahami bahwa peranan daerah (khususnya daerah kabupaten/kota) dalam rangka penyelenggaraan pembangunan wilayah adalah sangat besar. Kota Bekasi adalah salah satu kota yang pertumbuhannya cepat yang lebih dipacu dengan berkembangnnya sektor industri. Hal juga ditunjukan dengan indikator pertumbuhan penduduk yang mencapai 5.6% per tahun. Harus diakui bahwa letak kota Bekasi yang strategis dengan pengembangan sektor industri dan ditunjang dengan pengembangan jaringan jalan bebas hambatan juga merupakan daerah penghubung antara Ibukota Negara dan Ibukota Propinsi yaitu Jakarta dan Bandung melewati Purwakarta, adalah daerah yang sangat mengundang untuk pendatang (baik untuk tinggal atau bekerja di Bekasi dan sekitarnya). Salah satu faktor pendukung kelangsungan hidup kota adalah prasarana dan sarana air bersih, yang setiap tipe kota bahkan individunya mempunyai tingkat kepentingan yang berbeda. Lembaga yang melayani kebutuhan air bersih di Kota Bekasi adalah PDAM Kabupaten Bekasi yang melayani Kota Bekasi dengan tigkat pelayanan baru mencapai 22,5% dengan sumber air sampai saat ini adalah Kanal Tarum Barat, yang notabene juga mengaliri kebutuhan air bersih di beberapa kota di Jawa Barat. Tujuan yang ingin dicapai dari studi ini adalah menemukenali (mengidentifikasi) hubungan antara rencana pelayanan air bersih oleh PDAM Kabupaten untuk Kota Bekasi dengan lcncana pengembangan Kota Bekasi. Metoda yang digunakan adalah moetode Agregative Level of Service (ALOS) untuk mengetahui tingkat pelayanan yang telah dicapai oleh PDAM Bekasi, juga metoda perbandingan antara rencana pengembangan rencana PDAM dan Rencana Umum Tata Ruang Kota Bekasi dimasa yang akan datang. Hasil yang didapat dari studi ini adalah berupa analisis permintaan dan penyediaan yang tidak seimbang, PDAM belum dapat mengikuti rencana perkembangan kota Bekasi yang menjadi beberapa pusat kegiatan dan Rencana Umum Tata Ruang Kota Bekasi yang kurang sensitif terhadap kemampuan dan kapasitas PDAM-nya.