// <![CDATA[IDENTIFIKASI VARLABEL-VARIABEL YANG BERHUBUNGAN DENGAN KUALITAS AIR BERSIH RUMAH TANGGA (DOMESTIC USE) BERDASARKAN PERSEPSI RUMAH TANGGA (STUDI KASUS :]]> Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 RIAN S. HARIS / 2495008 Penulis
Seiring dengan perkembangan kota serta laju pertumbuhan penduduk yang cenderung meningkat, kebutuhan akan infrastruktur, utilitas dan sani tasi penduduk perkotaan diperkirakan akan terus meningkat. Kebutuhan akan pengelolaan sanitasi dan pemenuhan kebutuhan dasar (utility) masyarakat perkotaan inilah yang meliputi air bersih, drainase, pengelolaan sampah dan kesehatan masyarakat yang diperlukan untuk memelihara lingkungan perkotaan sehingga tetap layak huni. Seiring dengan berkembangnya suatu kota, maka tuntutan pemenuhan kebutuhan akan air bersih menjadi semakin meningkat. Sekitar 40% dari total kebutuhan air bersih digunakan untuk keperluan rumah tangga (domestic use) (Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, 1997: 510). Dewasa ini, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga (domestic use) menghadapi berbagai permasalahan dan dirasakan masih sangat terbatas. Bagi rumah tangga yang tinggal di perkotaan, sebagian besar belum tersentuh jaringan air bersih dan belum mendapatkan kualitas yang baik dan layak untuk dikonsumsi. Masyarakat pun mengel uhkan air yang didapat tidak layak untuk dikonsumsi karena terkadang keruh sehingga tidak dapat mencukupi kebutuhan air sehari- hari. Masalah bagi rumah tangga dirasakan sudah sangat mengganggu karena respon pemerintah, dalam hal ini yaitu PDAM sangat tidak optimal. Rumah tangga pun melakukan upaya dengan membeli air mineral dalam galon untuk memenuhi kebutuhan airnya dan mengharapkan solusi dari pemerintah dengan memberikan air secara gratis dengan menggunakan tangki air (Harian Pikiran Rakyat, 16 September 2002:18). Permasalahannya yaitu terganggunya penggunaan air rumah tangga akibat kualitas air bersih yang dihadapi rumah tangga. Tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini adalah mengidentifikasi variabel - variabel yang berhubungan terhadap kuali tas air bersih rumah tangaa (domestic use). Studi ini juga diharapkan dapat memberikan suatu masukan dan pertimbangan bagi pemerintah atau rumah tangga untuk mengatasi permasalahan kuali tas air bersih yang didapat rumah tangga. Sasaran yang ingin dilakukan untuk mencapai tujuan diatas adalah: 1. mengidentifikasi penggunaan air bersih rumah tangga di wilayah Ujungberung 2. menganalisa variabel variabel yang berhubungan dan terpilih terhadap kualitas air bersih. Rumah tangga pengguna air di wilayah Ujungberung lalu dibagi menjadi dua yaitu rumah tangga pengguna sumur (sumur pompa & sumur gali) dan rumah tangga pengguna sambungan PDAM untuk dianalisis. Metode analisis yang dilakukan adalah metode tabulasi silang (crosstab) analisis ini menjelaskan variabel-variabel yang berhubungan dengan kualitas air rumah tangga. Dan Metode Analisis Deskriptif untuk mengidentifikasi penggunaan air bersih rumah tangga. Kesimpulan yang dihasilkan studi ini, yaitu terdapat variabel-variabel yang berhubungan dengan kualitas air bersih rumah tangga pengguna sumur yaitu variable penghasilan rumah tangga perbulan, permasalahan yang dihadapi rumah tangga, upaya-upaya yang dilakukan rumah tangga untuk menanggulangi permasalahannya. Sedangkan untuk rumah tangga pengguna PDAM, tidak terdapat variable-variabel yang berhubungan dengan kuali tas air bersih yang didapatnya.