// <![CDATA[PENATAAN TAPAK KAWASAN RELOKASI PASAR Dl KOTA SOREANG (KASUS STUDI :]]> 0421046301 - Achmad Setiobudi,Ir.,M.T Dosen Pembimbing 2 Ir. Yasmin, MSP. Dosen Pembimbing 1 TEDDY S. HARIANTO / 2493030 Penulis
Pembangunan pasar sebagai sarana penunjang bagi kegiatan perdagangan yang sesuai dengan skala pelayanan serta memiliki kelengkapan fasilitas pendukungnya merupakan prasyarat terhadap manajemen pembangunan dan konsep penataan di suatu kota, khususnya di kota Soreang. Langkah awal yang ditempuh oleh pemerintah daerah setempat untuk mewujudkan pembangunan berdasarkan azas pemerataan yaitu pengembangan pasar yang ada di pusat kota Soreang. Pengembangan pasar di pusat kota Soreang, yaitu penetapan kembali fungsi kawasan yang telah ditetapkan atau relokasi fungsi perdagangan pasar ke Sub Bagian Wilayah Kota di Blok A-31 kota Soreang. Di satu sisi pembangunan pasar berdasarkan azas pemerataan merupakan suatu kebijaksanaan yang ada dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota Soreang, di sisi lain kondisi pasar di pusat kota Soreang tidak sesuai dengan penataan ruang, keterbatasan penyediaan fasilitas pendukung, secara visual menimbulkan kesan kumuh atau kurang tertata dengan baik, dan sangat besar pengaruhnya terhadap lalu lintas kendaraan sehingga sering menimbulkan kemacetan di kawasan tersebut. Oleh sebab itu, upaya pemecahan masalah yang menyeluruh dengan memperhatikan kebijaksanaan penetapan fungsi kegiatan perdagangan di kawasan perencanaan perlu segera dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, dalam studi ini penulis rnengkaji antara lain rnenentukan luas kebutuhan berdasarkan skala pelayanan penduduk, rnenentukan lahan optimal pasar berdasarkan pertirnbangan fisik dan penggunaan lahan, sehingga dalam analisis ini akan menghasilkan luas pelayanan pasar dan kesesuaian lahan yang akan ditempati oleh komponen-komponen yang akan dibangun. Luas dan penataan komponen-komponen tersebut ditentukan berdasarkan ruang gerak fungsional, keterkaitan fungsionalnya dan penyebaran fasilitas dalam kawasan pasar. Berdasarkan pendekatan itu pula, penulis menentukan konsep struktur ruang kawasan, zona pengelompokan bangunan, dan kemudian rencana konseptual. Sebagai hasil akhir dibuat rencana tapak kawasan relokasi pasar, rencana sistem jaringan, dan ruang terbuka hijau sesuai dengan konsep pasar kota tradisional yang dilengkapi dengan kelengkapan fasilitas pendukung, serta sistem jaringan yang tertata secara modem. Dari beberapa konsep tersebut diharapkan dapat rnemberikan gambaran dan bahan pertimbangan bagi terlaksananya rencana pembangunan relokasi pasar di kota Soreang serta mernberikan kenyamanan dan keamanan sekaligus meningkatkan motivasi berbelanja bagi penduduk kota Soreang.