// <![CDATA[STUDI ANALISIS BIAYA DAMPAK PEMBANGUNAN PlAZA DAGO TERHADAP PENERIMAAN DAN PENGELUARAN PEMDA KOTA BANDUNG]]> Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir.,MSP Dosen Pembimbing 1 Ira Irawati, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 YOICE DWI PURWANTHY / 241997040 Penulis
Kawasan perkotaan dipandang sebagai lokasi yang efektif dan efisien bagi aktivitas perkotaan sehubungan dengan ketersediaan prasarana dan sarana, tenaga kerja terampil, potensi dasar, aksesibilitas tinggi. Masalahnya adalah daya tampung ruang perkotaan yang terbatas karena ketersediaan lahan yang tetap, sedangkan permintaan akan ruang perkotaan meningkat sehingga akan mengakibatkan eksploitasi lahan. Rencana fisik pada kondisi eksisting wilayah perencanaan selalu memberikan dampak terhadap sistem pembiayaan daerah. Pada dasarnya, penyediaan dan pemeliharaan prasarana dan sarana umum akibat pembangunan Plaza Dago merupakan tanggung jawab Pemda Kota Bandung. Pembangunan Plaza Dago akan menimbulkan dampak langsung terhadap penerimaan dan pengeluaran Pemda. Namun mengingat adanya keterbatasan keuangan Pemda, maka perlu dipikirkan jalan keluar agar beban Pemda akibat pembangunan dapat diantisipasi. Salah satu metode analisis adalah metode Analisis Dampak Biaya Pembangunan (Fiscal Impact Analisis) dan didekati oleh metode studi kasus. Untuk kasus studi ini metode analisis dampak pembiayaan dilakukan dengan melihat penerimaan dan pengeluaran Pemda akibat pembangunan Plaza Dago. Pengeluaran ditentukan dari peningkatan permintaan fasilitas umum akibat pembangunan Plaza Dago. Berdasarkan rencana studi pembangunan Plaza Dago, penyediaan prasarana dan sarana yang bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan proyek yang dilakukan oleh pengembang, sehingga beban Perocia adalah pemeliharaan prasarana dan sarana yang dibangun. Sedangkan penerimaan ditentukan dari pajak dan retribusi yang dapat diperoleh dari akibat pembangunan Plaza Dago yang dihitung berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku. Dengan metode analisis biaya dampak pembangunan, Perocia dapat mengantisipasi dampak pembiayaan akibat pembangunan. Sehingga jika dampak tersebut negatif atau positif maka Perocia dapat mengambil kebijaksanaan yang harus diambil. Dengan membagi analisis ke dalam tiga tahap pembangunan, yaitu tahap pembebasan lahan, tahap pembangunan konstruksi dan tahap pengoperasian, maka Perocia akan mendapatkan gambaran yang jelas dari dampak biaya pada tiap tahap pembangunan. Hasil studi ini diharapkan dapat digunakan sebagai pegangan Pemda dalam menentukan kebijaksanaan pembiayaan akibat pembangunan Plaza Dago.