EVALUASI STRUKTUR RUANG KOTA TARAKAN BERDASARKAN KETERKAITAN ANTAR BWK
Kota Tarakan sebagai kota perdagangan dan jasa tentu saja harus siap menghadapi segala permasalahan yang akan terjadi terutama berkaitan dengan struktur ruang Kota Tarakan sendiri. Hal ini sangat penting karena untuk mendukung kegiatan Kota Tarakan tersebut diperlukan adanya suatu pusat bagian wilayah kota (BWK) yang berfungsi untuk meratakan pelayanan kepada penduduk. Dengan ditetapkannya struktur ruang kota Tarakan yang kosentrik menyebabkan fungsi dan peranan dari BWK yang telah ditetapkan Pemerintah tidak berkembang dengan baik. Konsentrasi kegiatan di pusat kota menyebabkan beban dari pusat kota semakin meningkat. Terlebih BWK yang menyebabkan beban dari pusat kota dikarenakan terbatasnya fasilitas. Berangkat dari kondisi eksisting yang ada, maka diperlukan suatu pemecahan terhadap permasalahan yang terjadi di Kota Tarakan. Dengan mengevaluasi struktur ruang Kota Tarakan berdasarkan tingkat pelayanan, pola penyebaran pusat BWK, interaksi keruangan antar BWK, pemanfaatan ruang serta fungsi yang dimiliki oleh masing-masing BWK diharapkan dapat mengetahui dampak yang ditimbulkan dengan struktur ruang kota yang kosentrik dalam pelaksanaannya di Tarakan. Salah satu analisis yang diterapkan pada studi ini adalah metode Correspondence Analysis (Multivariat Analysis) yang memudahkan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap struktur ruang kota Tarakan, sehingga dengan beragamnya variable-variable yang berpengaruh dalam pembentukkan Kota Tarakan dapat diidentifikasi dengan cepat dan efektif. Keterkaitan BWK dalam kaitannya dengan struktur ruang kota dapat merupakan interaksi/hubungan yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Pada hakikatnya suatu pusat kota tidak terlepas dari peranan BWK yang ada dibawahnya. Dengan adanya interaksi yang rendah di Kota Tarakan, maka dapat dipastikan terjadinya kesenjangan antara BWK tersebut. Pusat kota sebagai pusat kegiatan cenderung akan memiliki ketersediaan fasilitas dan kemudahan pelayanan bagi seluruh Kota Tarakan, tetapi ini akan menyebabkan wilayah belakangnya terbelakang. Sebagai salah satu alternative untuk pemecahan masalah tersebut dalam dengan mengevaluasi kembali kebijakan Pemerintah Kota Tarakan dalam menetapkan konsep struktur ruang kosentrik tersebut. Banyaknya ketidaksesuaian antara fungsi BWK dengan kondisi eksisting dapat menimbulkan suatu penyimpangan dalam tata ruang. Konsep pusat kegiatan banyak akan lebih sesuai jika diterapkan pada Kota Tarakan. Hal ini dikarenakan adanya penetapan pusat-pusat BWK yang memiliki karakteristik tersendiri baik fungsi maupun kegiatan yang dilakukan akan berpengaruh terhadap pemerataan pembangunan di Kota Tarakan. Terlebih peran Kota Tarakan sebagai kota perdagangan, maka fenomena yang ada tersebut akan berpengaruh langsung jika tidak segera diselesaikan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).EVALUASI STRUKTUR RUANG KOTA TARAKAN BERDASARKAN KETERKAITAN ANTAR BWK ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI STRUKTUR RUANG KOTA TARAKAN BERDASARKAN KETERKAITAN ANTAR BWK ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.EVALUASI STRUKTUR RUANG KOTA TARAKAN BERDASARKAN KETERKAITAN ANTAR BWK ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.EVALUASI STRUKTUR RUANG KOTA TARAKAN BERDASARKAN KETERKAITAN ANTAR BWK ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text