ANALISIS KAWASAN REKLAMASI PANTURA JAKARTA BERDASARKAN DIMENSI EKOLOGIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta Tahun 1995-2010 menetapkan beberapa pusat pengembangan yang memiliki potensi dan nilai strategis bagi wilayah sekitarnya dan perkembangan kota secara keseluruhan. Semakin terbatasnya sumberdaya lahan terutama di kota metropolitan seperti DKI Jakarta dalam mengimbangi pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan ekonomi menyebabkan adanya kecenderungan perkembangan fisik ke arah Selatan yang dicadangkan sebagai wilayah resapan air tanah bagi kota Jakarta. Sejalan dengan hal tersebut, lahirlah Keppres Nomor 52 Tahun 1995 yang memberikan kewenangan dan tanggung jawab kepada Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta untuk menyelenggarakan reklamasi kawasan Pantura Jakarta guna mengatasi kekurangan sumberdaya lahan dan kecenderungan pembangunan fisik ke arah Selatan. Rencana tersebut menimbulkan kekhawatiran dari para ilmuwan atau pemerhati lingkungan akan dampak negatif yang sangat serius akibat direklamasinya Pantai Teluk Jakarta apabila tidak dibarengi dengan penelitian secara menyeluruh dan melibatkan disiplin-disiplin ilmu terkait. Berdasarkan latar belakang tersebut, perlu adanya penelaahan yang mengkaji tentang itu. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis Kawasan Reklamasi Pantura Jakarta berdasarkan dimensi ekologis pembangunan berkelanjutan sehingga tercipta suatu pembangunan berkelanjutan
(sustainable development) sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa mengurangi kemampuan generasi-generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Sasaran untuk mencapai tujuan studi tersebut dirumuskan sebagai berikut :
1. Meninjau kondisi eksisting Kawasan Reklamasi Pantura Jakarta sebagai gambaran bagi studi yang akan dilakukan.
2. Menganalisis rencana Kawasan Reklamasi Pantura Jakarta dari dimensi ekologis pembangunan berkelanjutan.
3. Merumuskan dan menyimpulkan analisis dan permasalahan yang dihasilkan dari studi yang dilakukan, sehingga dapat digunakan sebagai dasar masukan bagi pengembangan dan penataan ruang kawasan Pantura Jakarta.
Beberapa analisis dilakukan untuk mencapai sasaran tersebut, antara lain analisis ketersediaan ruang terbuka hijau untuk mengetahui pemenuhan jasa pendukung kehidupan dan jasa kenyamanan kawasan, analisis ketersediaan sumber daya air bersih untuk mengetahui pemenuhan penyedia sumber daya air bersih kawasan dan analisis ketersediaan system pengolahan limbah domestik untuk mengetahui kemampuan penerimaan limbah kawasan. Bertolak dari hasil analisis tersebut, secara keseluruhan Kawasan Reklamasi Pantura Jakarta belum dapat dikatakan sebagai kawasan yang berkelanjutan, hal ini disebabkan belum terpenuhinya pemenuhan kebutuhan dan keadaan yang diinginkan sesuai dengan aspek keberlanjutan yang didasarkan pada dimensi ekologis pembangunan berkelanjutan.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).ANALISIS KAWASAN REKLAMASI PANTURA JAKARTA BERDASARKAN DIMENSI EKOLOGIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS KAWASAN REKLAMASI PANTURA JAKARTA BERDASARKAN DIMENSI EKOLOGIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.ANALISIS KAWASAN REKLAMASI PANTURA JAKARTA BERDASARKAN DIMENSI EKOLOGIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.ANALISIS KAWASAN REKLAMASI PANTURA JAKARTA BERDASARKAN DIMENSI EKOLOGIS PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text