IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN RUTE ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus: Lintasan Angkutan Kota Cicaheum-Ciwastra)
Penyimpangan rute angkutan kota (angkot) adalah pengoperasian yang tidak sesuai dengan rule yang telah ditetapkan pihak pemerintah, dimana angkutan kota memotong rute untuk tidak mengakhirilmengawali perjalanan diterminal/pangkalan resmi dan tidak melewati ruas-ruas }alan yang merupakan lintasan resmi angkutan kota. Persoalan penyimpangan rule pada dasamya disebabkan karena karakteristik pengemudi (operator) yang lebih bersifat profit orientied dalam pengoperasian angkutan kota dilapangan, sehingga mempengaruhi pengemudi dalam memilih rute yang lebih menguntungkan. Pemilihan rule adalah suatu proses pengenalan tingkah /aku rasional dibalik pemilihan lintasan yang dilakukan. Untuk itu studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya penyimpangan rute berdasarkan karakteristik pengemudi dan faktor-faktor pemilihan rute yang mempengaruhinya. Secara umum sebagian besar karakteristik pengemudi adalah yang beroperasi penuh satu hari dan berasal dari luar daerah Propinsi Jawa Barat. Karakteristik pengemudi ini diidentifikasi berdasarkan persepsinya terhadap variabel-variabel pada faktor pemilihan rute yang dinilai mendorong terjadinya penyimpangan, untuk melihat keterhubungannya dan mengetahui variabel-variabel dominan/penting pada karakteristik pengemudi yang menyebabkan terjadinya penyimpangan rute. Berdasarkan hasil ana/isis, bahwa variabel karakteristik pengemudi yang paling dominan dalam melakukan penyimpangan rute adalah pengemudi yang bekerja secara bergantian (setengah hari), ciri khas operasional pengemudi ini juga dapat dilihat dari biaya pengoperasian angkot yang dikeluarkan perhari, penyimpangan yang dilakukan lebih cenderung dipengaruhi karena adanya kemacetan lalulintas dan adanya tumpang tindih rute angkot, karena dalam pengoperasiannya pengemudi ini lebih terkonsentrasi untuk mengejar waktu dan memperbanyak ritase perjalanan. Selain itu penyimpangan rute juga dominan dilakukan oleh pengemudi yang menilai bahwa kondisi kendaraan yang digunakannya sudah tidak layak untuk beroperasi, dari hasil uji keterhubungan, dapat diketahui bahwa pengemudi ini sebagian besar menggunakan jenis kendaraan lama yaitu kijang kotaklkeor dan sebagian besar berasal dari daerah luar Propinsi Jawa Barat. Pengemudi ini lebih cenderung melakukan penyimpangan karena dipengaruhi adanya tumpang tindih rute angkot terutama pada ujung lintasan, yang mengakibatkan tingginya tingkat persaingan antar sesama angkutan kota dalam mendapatkan penumpang. Adapun faktor-faktor pemilihan rute yang berpengaruh sebagai pendorong terjadinya penyimpangan dan harus dipertimbangkan dalam penyusunan rute angkutan kota adalah faktor waktu tempuh sebagai prioritas utama, faktor ini dijelaskan oleh dua variabel yang dinilai berpengaruh dalam penyimpangan rute yaitu waktu tundaan diterminal yang lama dan adanya kemacetan lalulintas. Prioritas kedua adalah factor orang/pengemudi, faktor ini hanya dijelaskan oleh satu variabel, yaitu penyimpangan rute karena sudah kebiasaan beroperasi. Sedangkan prioritas ketiga adalah faktor jalan dan lingkungan, faktor ini dijelaskan oleh dua variabel, yaitu sempitnya jaringan jalan dan adanya tumpang tindih rute angkot. Penyimpangan rute yang dipengaruhi oleh faktor waktu tempuh serta faktor jalan dan lingkungan lebih mengarah pada aspek sosial-ekonomi, yaitu pertimbangan pengemudi terhadap biaya pengoperasian angkutan kota dijalan dan pendapatan dari jumlah penumpang. Dapat dibuktikan bahwa penyimpangan rute yang dilakukan pengemudi sebagai upaya untuk menghindari pemborosan biaya pengoperasian kendaraan dijalan yang dinilai lebih besar dibandingkan pendapatan yang diperoleh dari jumlah penumpang, terutama diakibatkan karena adanya tumpang tindih rute angkutan kota yang berdampak pada persaingan dan terhambatnya waktu tempuh perjalanan akibat waktu tundaan diterminal dan kemacetan lalulintas.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN RUTE ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus: Lintasan Angkutan Kota Cicaheum-Ciwastra) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN RUTE ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus: Lintasan Angkutan Kota Cicaheum-Ciwastra) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN RUTE ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus: Lintasan Angkutan Kota Cicaheum-Ciwastra) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN RUTE ANGKUTAN KOTA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENGEMUDI DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Studi Kasus: Lintasan Angkutan Kota Cicaheum-Ciwastra) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text