// <![CDATA[KAJIAN TERHADAP PERKEMBANGAN RENCANA STRUKTUR RUANG YANG TERMUAT DALAM PRODUK RENCANA INDUK KOTA BANDUNG (DARI KONSEP RIK 1965-1985 HINGGA RUTRK 1990-2005]]> Widya Suryadini, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 Dra. Djohara T. Djajadinata. MRRP. Dosen Pembimbing 1 YOEDHISTIRA ANDRI PUTERA / 241996013 Penulis
Produk rencana induk kota merupakan suatu produk rencana yang digunakan sebagai pedoman untuk pembangunan sebuah kota, manifestasi dari upaya penataan ruang, agar pada masa yang akan datang, sebuah kota dapat memiliki kinerja sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya produk rencana tata ruang kota memuat berbagai kepentingan, yang tuangkan ke dalam struktur tata ruang kota. Struktur tata ruang tersebut tergambar dari berbagai jenis kegiatan dan penggunaan lahan yang terdapat dalam kota tersebut. Di dalam konteks pertumbuhannya, semenjak masa setelah kemerdekaan, Kota Bandung memulai upaya penataan ruang sejak tahun 1965 dengan disusunnya konsep rencana induk Kota Bandung 1965-1985. Upaya ini terus berlanjut hingga saat ini. Sedikitnya terdapat empat produk rencana yang pernah disusun menjadi pedoman untuk penyelenggaraan pengisian ruang Kota Bandung sejak ditetapkannya Kota Bandung menjadi ibukota Propinsi Jawa Barat (tahun 1945) yaitu RIK 1965-1985, RIK 1971-1991, RIK 1985-2005 serta RUTRK 1990-2005. Dengan metode interpretasi, dapat diketahui permodelan struktur ruang yang dimuat di dalam masing-masing produk rencana tersebut tentunya dengan mengkaji beberapa indikasi (tanda - tanda khusus) seperti target yang akan dicapai, penempatan suatu kegiatan terhadap lahan, jaringan jalan, serta model keruangan yang direncanakan. Dengan interpretasi pula akan dapat diketahui berbagai hal yang diupayakan dengan model struktur ruang tertentu. Secara garis besar produk rencana Kota Bandung pernah merencanakan model struktur ruang yang diduga mendekati model sektor pernah diperkenalkan oleh Hammer Hoyt, atau mendekati model struktur yang diperkenalkan oleh Harris-Ullman (teori 'multiple nuclei'). Dari hasil pengamatan tersebut pulalah, terlihat bahwa dari keempat produk rencana yang pernah dirumuskan untuk Kota Bandung, selalu mengalami perubahan, terutama pada rencana struktur ruang kota. Selain itu, secara tersirat dapat 'terbaca' adanya berbagai perubahan seperti upaya apa yang akan dicapai oleh sebuah produk rencana, atau permodelan-permodelan lainnya yang digambarkan ke dalam suatu poduk rencana induk kota, Kota Bandung.