EVALUASI PELAYANAN PRODUK WISATA KAWASAN JATILUHUR BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN
Waduk Ir. H. Djuanda adalah salah satu obyek wisata tirta di Jawa Barat yang belum dikembangkan secara optimal. Rencana pengembangan pariwisata •di tepi danau Waduk Ir. H. Djuanda dilakukan dengan memperhatikan pengembangan-pengembangan terakhir kegiatan wisata juga perkembangan di luar kawasan wisata yaitu rencana pemibangunan jalan Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang). Rencana Strategis Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Timur Waduk Ir. H. Djuanda Jatiluhur dibuat sebagai panduan investasi untuk bagian-bagian di dalam kawasan pariwisata Jatiluhur. Namun di dalam kerangka acuan kerja kurang ditekankan akan segmen pasar yang dituju, hanya dari beberapa hasil diskusi dan analisis kesesuaian lahan lebih mengarahkan pada masstourism dengan tidak menutup kemungkinan untuk menangkap segmen pasar yang lain. Perhatian terhadap pemasaran pariwisata beberapa tahun terakhir ini, sudah beralih dari orientasi produk kunjungan ke orientasi calon pengunjung (Salah, 1992:3). Konsep perencanaan obyek wisata termasuk rencana pengembangan produk dan daya tarik wisata sudah mulai di tinggalkan beralih kepada konsep perencanaan baru seperti motivasi pengunjung dan kepuasan pengunjung. Oleh karena itu, perlu juga disusun rencana strategis pengembangan Obyek Wisata Jatiluhur dengan memperhatikan perkembangan potensi pasar wisata khususnya yaitu rencana pelayanan prcduk wisata berdasarkan persepsi wisatawan. Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk mengevaluasi konsep Rencana Strategis Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Timur Waduk Ir. H. Djuanda Jatiluhur berdasarkan persepsi wisatawan. Metode penelitian dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner untuk mengetahui karakteristik dan perilaku wisatawan sebagai potensi pasar wisata dan persepsi wisatawan sebagai dasar untuk melakukan evaluasi terhadap konsep rencana strategis yang ada. Analisis terhadap persepsi wisatawan mengenai tanggapan dan harapannya terhadap pelayanan produk wisata dilakukan untuk mengetahui kualitas pelayanan produk wisata dan factor-faktor dominan yang berpengaruh terhadap pelayanan produk wisata eksisting. Dengan adanya rencana pengembangan produk wisata yang berorientasi pada calon pengunjung, maka diharapkan Obyek Wisata Jatiluhur mampu bersaing dengan obyek wisata lain dan bisa menarik jumlah wisatawan lebih banyak. Hasil identifikasi terhadap karakteristik wisatawan diperoleh kesimpulan bahwa segmen pasar yang berkunjung ke Jatiluhur yaitu wisatawan yang berasal dari golongan sosial ekonomi menengah ke bawah dan sebagian besar merupakan wisatawan lokal/regional. Sedangkan menurut hasil evaluasi terhadap konsep rencana strategis pengembangan obyek Wisata Jatiluhur, diperoleh kesimpulan bahwa konsep rencana pengembangan Obyek Wisata Jatiluhur sudah sesuai dengan persepsi wisatawan. Kesimpulan umum mengenai konsep rencana pengembangan Obyek Wisata Jatiluhur berdasarkan kebijaksanaan pengembagan pariwisata, hasil evaluasi dan pengamatan lapangan (observasi) bahwa kegiatan pariwisata di Jatiluhur diperoleh hasil bahwa segmentasi pasar di Jatiluhur belum bisa mengakomdasi golongan sosial ekonomi masyarakat menengah ke atas dengan konsep kegiatan wisata yang ada masih mengandalkan daya tarik wisata alam dan dan atraksi wisata yang terbatas.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).EVALUASI PELAYANAN PRODUK WISATA KAWASAN JATILUHUR BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.EVALUASI PELAYANAN PRODUK WISATA KAWASAN JATILUHUR BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.EVALUASI PELAYANAN PRODUK WISATA KAWASAN JATILUHUR BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.EVALUASI PELAYANAN PRODUK WISATA KAWASAN JATILUHUR BERDASARKAN PERSEPSI WISATAWAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text