// <![CDATA[ARAHAN FUNGSI KOTA BOGOR SEBAGAI KOTA PERMUKIMAN DITINJAU BERDASARKAN ASPEK FISIK, SMANA PENDUKUNG PERMUKIMAN DAN TRANSPORTASI]]> Ira Irawati, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2 Ir. Reny Savitry, M.T. Dosen Pembimbing 1 Nurliya Dwi Primawanti / 241998009 Penulis Nita Oktaviani M.H. / 241998010 Penulis 2 Tina Primanardiati / 241998013 Penulis 2
Perkerrbangan Kota Bogor tidak terlepas dari pengaruh pertumbuhan penduduk, yaitu pertumbuhan penduduk alami dan migrasi. Selain itu, adanya pengaruh kebijaksanaan pengembangan tata ruang regional yang menetapkan Kota Bogor sebagai kota pemukiman, juga dipengaruhi oleh kebijakan Propinsi Jawa Barat. Untuk mendu.kung fungsi tersebut, perlu pengembangan tata ruang Kota Bogor sebagai kota pemukiman lebih lanjut sesuai dengan tingkat pemasalahan yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal. Untuk menunjang fungsinya sebagai Kota Permukiman, Kota Bogor masih mempunyai kendala yang berkaitan dengan fungsinya tersebut. Persoalan yang dihadapi Kota Bogor sebagai kota pemukiman dilihat dari tiga aspek yang dikaji yaitu kondisi fisik, terdapat daerah yang direncanakan untuk dikembangkan untuk pemukiman KDB rendah; terbatasnya luas lahan yang dapat dikembangkan sebagai pemukiman. Sarana pendukung pemukiman, kurangnya kualitas pelayanan dari sarana yang ada; sebaran lokasi sarana yang kurang merata. Transportasi, adanya kemacetan di sebagian ruas jalan yang merupakan akses pada kawasan pemukiman. Ketiga aspek tersebut akan dikaji untuk mendukung fungsi Kota Bogor sebagai Kota Pemukiman. Tujuan dari proyek akhir ini adalah menganalisis fungsi Kota Bogor sebagai Kota Pemukiman dengan merrpertimbangkan batasan, potensi fisik, dan lingkungan dan memberikan arahan pengembangan pemukiman di Kota Bogor. Sasaran yang akan dicapai dalam studi ini yaitu untuk aspek Fisik, analisis kesesuaian lahan permukiman Kota Bogor dengan meninjau kondisi fisik dasar lahan, penggunaan lahan eksisting dan rencana, serta analisis ketersediaan dan kebutuhan lahan untuk pemukiman. Untuk sarana pendukung permukiman, analisis karakteristik penduduk, analisis persepsi penduduk terhadap ketersediaan sarana, anal isis perk iraan kebutuhan terhadap ketersediaan sarana dan analisis Pola Konsumsi/pemanfaatan sarana oleh penduduk Kota Bogor. Untuk aspek transportasi yaitu Analisis terhadap kondisi jaringan jalan dan tingkat pelayanan jalan (ratio V/C), analisis sistem kegiatan dan pola pergerakan, dan analisis perkiraan pertumbuhan volume lalu lintas, bangkitan serta tarikan pada ruas jalan yang diamati. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu bahwa fungsi Kota Bogor sebagai Kota Permukiman perlu lebih ditingkatkan agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan fungsi Kota Bogor tersebut dilihat dari ketiga aspek yang dikaji, yaitu pada aspek fisik yaitu masih tersedia lahan untuk dapat dikembangkan sebagai pemukiman, namun dengan luas yang terbatas. Untuk sarana pendukung pemukiman, terdapat beberapa sarana yang masih kurang jumlahnya dan ada permukiman bahkan Kecamatan yang belum lengkap fasilitasnya sehingga penghuninya harus memanfaatkan fasilitas keluar, sehingga berpengaruh pada pergerakan lalu lintas. Pada aspek transportasi, masih terjadi kemacetan pada sebagian ruas jalan dan lebar jaringan jalan yang tidak sesuai dengan fungsinya. Dengan demikian perlu adanya kebijakan dan upaya-upaya peningkatan pemanfaatan dan pelayanan untuk meningkatkan fungsi kota Bogor sebagai kota permukiman agar dapat menjalankan fungsinya sebagai Kota Pemukiman dengan lebih baik.