IDENTIFIKASI BENTUK PERUBAHAN PERILAKU PENGHUNI SEBELUM DAN SESUDAH TINGGAL DI RUMAH SUSUN DITINJAU DARI PERBEDAAN LANTAI DAN LUAS HUNIAN
Peningkatan jumlah penduduk setiap tahun menyebabkan kependudukan menjadi factor yang memberi pengaruh besar dan menjadi permasalahan utama terhadap perkembangan kota. Impikasi perkembangan perkotaan adalah fenomena urbanisasi yang semakin membebani kota dengan munculnya konsentrasi hunian padat yang tak terkendali pada wilayah-wilayah tertentu. Kelangkaan lahan di perkotaan, membuahkan solusi pembangunan perumahan dan pemukiman yang dapat meningkatkan daya guna dan hasil guna tanah dan untuk lebih meningkatkan kualitas lingkungan permukiman terutama daerah yang berpenduduk padat dengan luas tanah yang terbatas, dirasa perlu membangun perumahan dengan system lebih dari satu lantai, dengan harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan sedang dan rendah, maka pembangunan rumah susunlah yang belakangan ini menjadi salah satu solusi keterbatasan lahan perkotaan. Perbedaan lantai hunian dirasakan sebagai awal permasalahan karena rumah susun di Indonesia rata-rata mempunyai ketinggian tiga sampai empat lantai. Permasalahan lain yang sering dihadapi adalah perubahan luas hunian yang berakibat ketidakpuasan mereka terhadap unit rumahnya. Hal ini disebabkan menurut pendapat mereka unit rumahnya yang sekarang lebih sempit dari rumah mereka sebelumnya. Dari kedua permasalahan di atas menyebabkan beberapa kebiasaan dan perilaku yang biasa melekat pada kehidupan sebelumnya di rumah susun, berangsur-angsur harus disesuaikan dengan kondisi di rumah susun. Penyesuaian perilaku ini, selanjutnya ikut mempengaruhi kebutuhan penhuni rusun dari segi privasi dan teritori.
Berdasarkan permasalahan tersebut, studi ini bertujuan mengidentifikasi bentuk perubahan perilaku penghuni sebelum dan sesuadah tinggal di rumah susun ditinjau dari perbedaan lantai dan luas hunian dengan mempergunakan metode kualitatif yang dikkombinasikan dengan metode kuantitatif dalam proses pengolahan datanya serta mempergunakan 3 metode analisis, yaitu Analisis Korelasi, Analisis Perbandingan dan Analisis Deskriptif.
Studi yang mengangkat permasalahan Rumah Susun Bandarharjo Semarang ini, memperlihatkan bahwa perubahan lingkungan ternyata mempengaruhi perilaku manusia yang bersangkutan yaitu semakin tinggi lantai hunian rusun, maka tingkat perubahan perilaku dan privasi yang didapat pun semakin tinggi dan semakin sempit hunian, maka kecenderungan terjadinya perubahan perilaku penghuni dan pemanfaatan ruang-ruang public pun semakin besar. Oleh karena itu, dalam rangka memasyarakatkan hidup di rumah susun bagi perencanaan pembangunan yang akan datang, diperlukan penyuluhan kepada calon penghuni tentang gambaran kehidupan tinggal di rumah susun yang berkaitan dengan perubahan perilaku-perilaku penghuni dibandingkan dengan kehidupan sebelumnya.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).IDENTIFIKASI BENTUK PERUBAHAN PERILAKU PENGHUNI SEBELUM DAN SESUDAH TINGGAL DI RUMAH SUSUN DITINJAU DARI PERBEDAAN LANTAI DAN LUAS HUNIAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI BENTUK PERUBAHAN PERILAKU PENGHUNI SEBELUM DAN SESUDAH TINGGAL DI RUMAH SUSUN DITINJAU DARI PERBEDAAN LANTAI DAN LUAS HUNIAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI BENTUK PERUBAHAN PERILAKU PENGHUNI SEBELUM DAN SESUDAH TINGGAL DI RUMAH SUSUN DITINJAU DARI PERBEDAAN LANTAI DAN LUAS HUNIAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI BENTUK PERUBAHAN PERILAKU PENGHUNI SEBELUM DAN SESUDAH TINGGAL DI RUMAH SUSUN DITINJAU DARI PERBEDAAN LANTAI DAN LUAS HUNIAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text