// <![CDATA[ARAHAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN DI PERDESAAN]]> Ratna Agustina, S.T., M.T.. Dosen Pembimbing 2 HILDA LESTARI / 24998026 Penulis Akhmad Setiobudi, Ir, M.T. Dosen Pembimbing 1
Pembangunan sector pertanian dalam pengertian lebih luas adalah upaya meningkatkan, memelihara dan melestarikan tanam-tanaman pertanian (Soekartawi, 1999:11) adalah peningkatan produktivitas pertanian guna memenuhi kebutuhan pangan dan industry, meningkatkan ekspor, meningkatkan pendapatan petani dan memperluas kesemparan kerja dan mendorong kesempatan berusaha. Desa Sukamulya, Kecamatan cikadu, Kabupaten Cianjur, sector utama dalam perekonomian desa bertumpu pada sector pertanian dan mata pencaharian utama penduduknya adalah bertani. Produksi pertanian di wilayah ini untuk jenis tanaman pangan masih rendah bila dibandingkan dengan rata-rata produksi kecamatan, demikian pula produktifitas tanaman haramay masih rendah dan jauh dibawah rata-rata produksi yang telah ditetapkan pemerintah. Sector pertanian sebagai basis perekonomian desa dan sumber mata pencaharian utama penduduk di desa Sukamulya ternyata belum bias meningkatkan kesejahteraan petani. Tujuan studi ini untuk memberikan arahan kebijakan pembangunan pertanian di Desa Sukamulya. Untuk merumuskan arahan kebijakan pembangunan pertanian di Desa Sukamulta terlebih dahulu dilakukan identifikasi kegiatan pertanian dengan melakukan observasi langsung ke lapangan dan penyebaran kuesioner terhadap 317 responden, kemudian mengidentifikasi factor dominan yang mempengaruhi kegiatan pertaniandi Desa Sukamulya menggunakan metode analisis factor. Berdasarkan hasil analisis factor terbentuk 5 faktor yang mmempengaruhi kegiatan pertanian. Kelima factor ini yang merupakan hasil reduksi dari 26 variabel. Factor-faktor yang mempengaruhi kegiatan pertanian yaitu pertama factor kelembagaan, kedua factor tenaga kerja, ketiga factor modal dan teknologi, keempat factor pemasaran dan kelima factor tanah. Factor dominan 1 yaitu factor kelembagaan merupakan factor yang mempunyai pengaruh terbesar dalam kegiaan pertanian Desa Sukamulya dan merupakan factor yang anggap penting dalam kegiatan pertanian, sehingga dalam perumusan arahan kebijakan pembangunan pertanian factor kelembagaan memperoleh perhatian yang lebih dalam arahan kebijakan pembangunan pertanian dan merupakan prioritas pertama dalam araha kebijakan pembangunan pertanian Desa Sukamulya, begitu pula factor selanjutnya. Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian di Desa Sukamulya yang pertama berdasarkan factor kelembagaan adalah: a. Membentuk, mengembangkan dan menguatkan kelembagaan terutama Koperasi Unit Desa (KUD) serta membentuk system penyuluhan pertanian, mendorong kemandirian petani Desa Sukamulya dalam mengelola sumber daya alamnya. b. Untuk mendukung suatu system kelembagaan yang kuat diperlukan perangkat aparat dan perangkat alat. Untuk itu diperlukan upya pemberdayaan sumber daya manusia perangkat kelembagaan melalui pembinaan kemampuan aparat koperasi maupun aparat penyuluh dan dukungan penyediaan alat-alat pendukung kegiatan serta tempat atau balai penyuluhan pertanian.