ALIH FUNGSI BEKAS BANDARA POLONIA MEDAN MENJADI PUSAT KEGIATA KOTA (CBD)
Saat ini perkembangan Kota Medan sebagai Ibukota Propinsi Sumatera Utara sangat pesat. Hal ini terindikasi dari pertumbuhan perekonomian dan kegiatan yang berkembang di Kota Medan balk kualitas maupun kuantitasnya. Perkembangan Kota Medan tersebut mengakibatkan tingginya intensitas kegiatan di Kota Medan saat ini. Pusat Kota Medan saat ini telah menunjukkan kejenuhan, di mana pada ruas – ruas jalan di pusat kota sering terjadi kemacetan, lcurangnya ruang terbuka hijau (RTH), terjadinya pembauran antara kegiatan perdagangan retail dan grosir dan pembagunan didominasi oleh rumah toko (ruko). Maka dari itu, Kota Medan membutuhkan suatu kawasan yang barn untuk mengakomodasi perkembangan kegiatannya. Dalam RTRW Kota Medan Tahun 1995 - 2005 telah ditetapkan bahwa eks Bandara Po Ionia akan dijadikan sebagai Pusat Kegiatan Kota (CBD). Untuk memanfaatkan laban pada eks Bandara Polonia menjadi CBD yang maksimal maka. perlu ditentukan komponen - komponen CBD yang sesuai untuk dikembangkan pada CBD dan membuat perencanaan tata zona (pengelompokan) tiap komponen tersebut. Berdasarkan basil perbandingan teori komponen CBD dengan kondisi Kota Medan saat ini, maka komponen yang sesuai untuk dikembangkan pada CBD adalah perkantoran (rental offices), perdagangan. hotel, apartemen, rumah sakit, tempat rekreasi, dan RTH. Dari analisis kondisi fisik terhadap eks Bandara Polonia, didapatkan bahwa daerah yang layak untuk dikembangkan menjadi CBD adalah seluas 515,7 Ha. Sedangkan dari hasil analisis kebutuhan ruang tiap komponen pada tahun 2010 didapatkan luas kebutuhan ruang untuk komponen CBD adalah sebesar 205,44 Ha sehingga terdapat sisa luas lahan sebesar 155,55 Ha. Agar tidak terjadi pemakaian lahan yang tidak sesuai dengan komponen CBD maka ditentukan penyediaan lahan bagi tiap komponen CBD dan tata zona (pengelompokan) tiap komponen CBD tersebut. Rencana tata zona yang dimaksudkan adalah pengelompokan tiap komponen CBD berdasarkan keterkaitan antara komponen tersebut. Konsep pengembangan dari CBD ini adalah CBD yang merniliki banyak RTH sehingga Koefisien Dasar bangunan (KDB)-nya rendah yaitu 45% untuk setiap komponen dan memaksimalkan pembangunan secara. vertikal. Konsep CBD dengan banyak RTH ini didasari oleh kondisi kurangnya RTH di Kota Medan dan juga agar Kota Medan memiliki suatu CBD yang berbeda dan memiliki kelebihan dibandingkan dengan CBD yang terdapat di Malaysia, Singapur, dan Thailand (negara-negara tetangga). Hal ini merupakan suatu visi dalam studi ini.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).ALIH FUNGSI BEKAS BANDARA POLONIA MEDAN MENJADI PUSAT KEGIATA KOTA (CBD) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ALIH FUNGSI BEKAS BANDARA POLONIA MEDAN MENJADI PUSAT KEGIATA KOTA (CBD) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.ALIH FUNGSI BEKAS BANDARA POLONIA MEDAN MENJADI PUSAT KEGIATA KOTA (CBD) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.ALIH FUNGSI BEKAS BANDARA POLONIA MEDAN MENJADI PUSAT KEGIATA KOTA (CBD) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text