// <![CDATA[IDENTIFIKASI PERSEPSI PEDAGANG KAKI LIMA, MASYARAKAT DAN KONSUMEN TERHADAP LOKASI BERJUALAN PKL (Studi Kasus:]]> Ira Irawati, ST., M.T. Dosen Pembimbing 2 Achadiat Dritasto, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Pury Aryani, R. D. L. / 241998046 Penulis
Dalam kondisi perekonomian yang semakin terpuruk, diikuti tingkat tenaga kerja yang semakin meningkat yang tidak diimbangi oleh terbukanya lapangan kerja yang lebih luas (keterbatasan lapangan pekerjaan). Akibat krisis ekonomi tersebut maka menimbulkan semakin meningkatnya sector informal, yaitu adanya pedagang kaki lima. Banyak yang memutuskan berprofesi sebagai PKL. Hal tersebut merupakan darrpak dari kondisi di atas. Di sa,ping dari dampak positifnya, yaitu terbukanya lapangan kerja bagi penganggur tetapi dampak negatifnya dengan semakin marak dan menjamurnya PKL di tempat-tempat yang bukan penutukannya menimbulkan berbagai dampak eksternalitas terhadap lingkungan sekitarnya. Maka tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi PKl terhadap lokasi berjualannya dan mernberikan masukan untuk penanganan masalah pedagang kaki lima. Sasaran yang ingin dicapai: - Mengidentifikasi karakteristik pedagang kaki lima - Mengidentifikasi persepsi PKL terhadap lokasi berjualan - Mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap keberadaan PKL - Mengidentifikasi persepsi konsumen terhadap keberada.an PKl - Mengidentifikasi penggunaan lahan oleh aktivitas PKL Adapun alat yang digunakan untuk menganalisis masalah tersebut selain data frekuensi (kuesioner, wawancara da.n pengamatan visual) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan persepsi PKL terhadap lokasi digunakan metode tabulasi silang, dengan variable-variabelnya, antara lain variabel identitas PKL (karakteristik individu), variabel barang dagangan, variabel kondisi eksisting spasial (lokasi), dan variabel persepsi PKL. Berdasarkan studi yang dilakukan dapat disirrpulkan bahwa factor-faktor yang berhubungan dengan persepsi PKL antara lain, lama berjualan, tempat berjualan, sarana berjualan, barang dagangan, luas lapak eksisting, dan tingkat pendidikan PKL. Karakteristik PKL di Jalan Otista yang pada umumnya berjualan di bahu jalan/trotoar secara menetap dan menggunakan sarana fisik berupa jongko dengan jenis barang yang dijual kebanyakan berupa pakaian. Dilihat dari karakteristiknya yang cenderung menggunakan bahu jalan/ trotoar maka penggunaan lahan oleh aktivitas PKL di Jalan Otista tidak mendominasi penggunaan lahan keseluruhan tetapi menimbulkan dampak eksternlitas maka untuk solusinya perlu melihat persepsi dari tiga aktor. Sedangkan dari persepsi ketiga aktor (PKL, masyarakat, konsumen) terdapat persamaan persepsi mengenai lokasi keberadaan PKL di Jalan Otista. Lokasi yang diharapkan adalah lokasi yang strategis bagi PKL dengan meminimalisasi darrpak eksternalitas bagi lingkungan sekitar, yaitu masyarakat pelaku aktivitas ekonani, khususnya dengan komditi yang sama, kemacetan, masyarakat sekitar PKL. Penataan lokasi PKL lebih teratur sehingga mernberikan kenyamanan kepada pengguna jasa PKL (konsumen).