// <![CDATA[SEBARAN LOKASI FASILITAS PERHENTIAN ANGKUTAN UMUM PADA RUAS JALAN SURAPATI-CICAHEUM]]> Suwardjoko P. Warpani, Ir., MTCP Dosen Pembimbing 1 Ratna Agustina, S.T., M.T.. Dosen Pembimbing 2 AGUSFIN RAMADHA / 241998048 Penulis
Kebijakan yang ditetapkan pemerintah Kota Bandung mengenai arahan pengembangan kawasan Jalan Surapati-Cicaheum menyebabkan peningkatan intensitas kegiatan dan pergerakan di sekitar ruas Jalan Surapati-Cicaheum, baik sirkulasi pergerakan lokal maupun pergerakan regional. Meningkatnya pergerakan berpengaruh terhadap permintaan angkutan umum serta fasilitas pendukungnya. Namun pada kenyataannya permasalahan yang dihadapi adalah ketidaktersediaan fasilitas perhentian yang memadai bagi eaton penumpang angkutan umum di sepanjang ruas Jalan Surapati-Cicaheum. Ketidaktersediaan perhentian tersebut mengakibatkan perilaku angkutan umum yang berhenti di sembarang tempat untuk mengangkut atau menurunkan penumpang. Hal ini menyebabkan terjadinya gangguan terhadap arus lalu lintas kendaraan lain. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan suatu usaha dalam rangka penyediaan fasilitas perhentian di Jalan Surapati-Cicaheum. Penyediaan prasarana perhentian ini harus memperhatikan aspek-aspek tertentu, agar dalam pelaksanaannya perhentian tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal baik oleh calon penumpang maupun angkutan umum. Oleh karena itu penentuan sebaran lokasi fasilitas perhentian yang tepat diharapkan dapat membantu masa/ah gangguan kelancaran arus lalu lintas di sepanjang ruas Jalan Surapati-Cicaheum. Sesuai dengan tujuan dalam studi ini, yaitu memberikan suatu usulan penentuan/penataan sebaran lokasi fasilitas perhentian angkutan umum terutama pada lokasi-lokasi pusat kegiatan dan keramaian, maka dilakukan identi.fikasi terhadap aspek-aspek yang terkait dalam pemilihan lokasi perhentian. Identifikasi lintasan angkutan umum, identifikasi bangkitanltarikan pergerakan, identifikasi jarak berjalan penumpang angkutan umum berdasarkan jenis kegiatan/guna lahan, dan identifikasi jarak minimum antar tempat perhentian berdasarkan jarak berjalan dan standar untuk menentukan perkiraan sebaran lokasi perhentian. Sementara untuk menentukan tempat perhentian terpilih, selain identi.fikasi seperti yang telah disebutkan, juga dilengkapi dengan identifikasi lokasi-lokasi yang sering mengalami gangguan kelancaran arus lalu lintas. Berdasarkan ana/isis dihasilkan 13 titik perhentian untuk jalur arah ke barat, dan 13 titik perhentian untuk jalur arah ke timur. Penyebaran lokasi fasilitas perhentian ini cukup merata di sepanjang ruas Jalan Surapati-Cicaheum. Begitu pula dengan jumlah perhentian berdasarkan kategori dan fasilitas pendukungnya, dengan jumlah tempat perhentian yang jauh dengan persimpangan (midblock) lebih banyak dibandingkan dengan tempat perhentian yang dekat dengan persimpangan. Berdasarkan kategori perhentian yang dekat dengan persimpangan menunjukkan adanya perbedaan jumlah, yaitu tempat perhentian sebelum persimpangan (nearside) lebih sedikit dibandingkan dengan tempat perhentian setelah persimpangan (farside).