// <![CDATA[ARAHAN PENGEMBANGAN FASILITAS WISATA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PENYEDIAAN DAN PERMINTAAN PRODUK WISATADI KAWASAN WISATA AGRO PERKEBUNAN TEH MALABAR]]> Ratna Agustina, S.T., M.T.. Dosen Pembimbing 2 INDRA GUNAWAN / 2497005 Penulis SAVITRY Dosen Pembimbing 1
Kawasan Wisata Agro Perkebunan Teh Malabar selain sebagai kawasan agro, juga memiliki potensi sebagai kawasan wisata. Pada saat ini Kawasan Wisata Perkebunan Teh Malabar belum tertata secara baik, karena kawasan ini baru mulai dikembangkan dan dibuka untuk umum, tidak hanya disediakan bagi pembeli teh dart luar negri saja, sehingga kegiatan wisata dan fasilitas wisata yang ada masih jauh dart memadai. Tidak memadainya produk wisata ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara sediaan dan permintaan produk wisata tersebut. Oleh sebab itu studi ini bertujuan untuk mengkaji pasar wisata yang hendak dijaring untuk penyediaan produk wisata, dan mengkaji penilaian kesesuaian antara penyediaan dan permintaan berdasarkan kajian normatif dan teoritis, untuk kemudian menyusun arahan pengembangan fasilitas wisata dengan mempertimbangkan antara sisi penyediaan dan permintaan produk wisata. Sediaan produk wisata diperoleh melalui identifikasi terhadap komponen produk wisata yang meliputi objek wisata, fasilitas wisata dan aksesibilitas. Sedangkan identifikasi permintaan diperoleh dengan menghitung proporsi permintaan pengunjung terhadap produk wisata. Sisi permintaan dibagi menjadi tiga bagian yaitu karakteristik social ekonomi pengunjung, karakteristik perjalanan pengunjung serta persepsi dan preferensi pengunjung terhadap produk wisata. Hasil identifikasi sisi permintaan tersebut dikaji keterkaitannya antara karakteristik sosial eonomi dengan variabel produk wisata yang menjadi preferensi pengunjung untuk mengetahui kelompok sasaran wisata yang akan berwisata, sehingga dapat diketahui penyediaan berdasarkan keinginanan pasar wisata tersebut. Hasil identifikasi sisi sediaan dan sisi permintaan terhadap produk wisata kemudian dibandingkan dan diberikan penilaian terhadap tingkat kesesuaiannya. Dari penilaian tersebut dapat terlihat mana kondisi yang belum sesuai dengan permintaan pengunjung sehingga sesuai untuk dikembangkan atau telah sesuai dengan permintaan sehingga hanya diperlukan peningkatan kualitas produk wisata tersebut. Dengan mengacu pada penilaian inilah disusun suatu arahan pengembangan fasilitas wisata yang berusaha meningkatkan kesesuaian antara penyediaan dan permintaan Hasil penilaian menunjukan bahwa sediaan produk wisata di Kawasan Wisata Agro perkebunan Teh Malabar masih belum sesuai dengan permintaan. Untuk kegiatan wisata yang diinginkan pengunjung belum tersedia sarananya. Sedangkan untuk fasilitas wisata seperti akomodasi, tempat makan dan fasilitas umum masih kurang dari segi jumlah dan kualitasnya dan fasilitas lainnya belum tersedia di kawasan tersebut. Dengan adanya kondisi tersebut, maka arahan yang perlu dibuat terutama pada masalah peningkatan fasilitas wisata seperi akomodasi, tempat makan dan penambahan luas fasilitas lahan parkir, mck, pengembangan fasilitas belanja cinderamata dan aksesibilitas. Untuk objek wisata, arahan yang perlu dilakukan adalah pengembangan kegiatan yang menjadi preferensi utama pengunjung.