ANALISIS FUNGSI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN
Pembentukan Kota Tasikmalaya pa.da tanggal 17 Oktober 2001 dengan Sektor Perdagangan sebagai Sektor lokal yang diunggulkan yang rnelatarbelakangi penulis untuk rnelakukan peneli tian rnengenai Analisis Fungsi Kota Tasikmalaya Sebagai Kota Perdagangan, dikarenakan Kota Tasikmalaya baru dibentuk penulis berkeinginan untuk rnengetahui fungsi Kota Tasikmalaya sebagai Kota Perdagangan yang dilihat dari tiga indikator. Pertama, laju perturnbuhan ekonani (LPE) PDRB Sektor Perdagangan (1996-2000), dalarn LPE ini akan diteliti bagaimana laju pertumbuhan ekonomi rata-rata tiap tahunnya dibandingkan dengan Sektor Perdagangan Kabupa.ten Tasikmalaya. Kedua, Kontribusi Sektor Perdagangan terhadap Sektor yang terdapat di Kota Tasikmalaya (1996-2000). Ketiga, Pola aliran barang sepuluh karoditi kebutuhan pokok (jan-mar 2002), dalam pola aliran barang di teliti rnengenai hubungan antar daerah dalam distribusi sepuluh komoditi kebutuhan pokok baik dari kegiatan impor maupun ekspor. Kota Tasikmalaya berdasarkan Peraturan Daerah No.9 tahun 1999 pasal 9, yang menyatakan bahwa Kota Tasikmalaya berfungsi sebagai Kota perdagangan bagi Wilayah Kota Tasikmalaya itu sendiri. Pada keadaan saat ini dilihat dari kontribusi PDRB nya rnengalarni kecenderungan yang rneningkat yaitu sebesar 137411 (dalarn jutaan rupiah) pada tahun 2000 dengan persentase terhadap sektor lain sebesar 24,22% dan dengan laju perturnbuhan ekonomi (LPE) PDRB rata-rata 1,175% pada periode tahun 1996-2000. Kota Tasikmalaya yang terdiri dari 8 Kecamatan yaitu : Kecamatan Cibeuruem, Kecamatan Kawalu, Kecarnatan Indihiang, Kecamatan Cipedes, Kecamatan Cihideung, Kecamatan Tawang, Kecamatan Mangkubumi, dan Kecamatan Tamansari. Keberadaan sektor-sektor ekonomi pada suatu kota dalam rnenjalankan kegiatannya tidak terlepas dari faktor keadaan fisik alarn (topporafi) pada suatu kota. Kota Tasikmalaya yang berada pada ketinggian 325-375 mdpl, dengan keadaan topografi yang relatif datar yaitu dengan kemiringan 0-15%. selain itu pun Kota Tasikmalaya yang sebagai Kota yang berada pada lintasan jalur regional lintas selatan (transisi antara Jawa Barat dengan Jawa Tengah). Hal ini memungkinkan Kota Tasikmalaya berkembang dengan sektor-sektor ekonomi yang yang saling menunjang.
Detail Information
Bagian
Informasi
Pengarang
Rio Agustina / 241998025 - Personal NameIr. Reny Savitri., MT - Personal Name
No. Panggil
112PL/03
Subyek
Fakultas
FTSP
Tahun Terbit
2003
Jurusan
Teknik Planologi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik
Citation
APA Style
. (2003).ANALISIS FUNGSI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.ANALISIS FUNGSI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.ANALISIS FUNGSI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.ANALISIS FUNGSI KOTA TASIKMALAYA SEBAGAI KOTA PERDAGANGAN ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text