Detail Cantuman

IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN KOTA SOREANG DITINJAU DARI KARAKTERISTIK POLA PERGERAKAN BERBELANJA PENDUDUK

IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN KOTA SOREANG DITINJAU DARI KARAKTERISTIK POLA PERGERAKAN BERBELANJA PENDUDUK


Dalam kebijaksanaan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung (tahun 1998-2007) ditetapkan bahwa Kota Soreang, diarahkan menjadi kota menengah yang mandiri sebagai sembrani tandingan (counter magnet) Kota Bandung dan menjadi pusat pengembangan regional, maka maksud dari studi ini adalah untuk menilai kemandirian Kota Soreang tersebut. Studi ini diperkuat dengan adanya teori yang menyatakan bahwa kota yang mandiri adalah jika kota tersebut dapat memenuhi kebutuhan pelayanan serta kegiatan penduduknya. usahanya sendiri atau sebagian besar Masalah yang terjadi adalah Kota Soreang dinilai masih kurang dapat memenuhi fasilitas perdagangan dan jasa, sehingga untuk berbelanja para penduduk disana, masih sering harus pergi ke Kota Bandung. Berdasarkan seluruh identifikasi atau hasil analisis yang telah dilakukan, maka di dapat kesimpulan, bahwa karakteristik pola pergerakan berbelanja penduduk Soreang untuk berbelanja kebutuhan primer dan sekunder adalah mayoritas ke Kota Soreang, sedangkan untuk barang dan jasa tersier mayoritas memilih ke Kota Bandung. Alasan mereka tidak memilih berbelanja di Kota Soreang adalah karena barangnya tidak lengkap. Frekuensi yang dilakukan bervariasi dan intensitas frekuensi yang paling sering adalah frekuensi berbelanja kebutuhan primer yaitu hampir setiap hari. Variabel-variabel yang berhubungan dengan pola pergerakan berbelanja penduduk di Kota Soreang adalah identitas penduduk aksesibilitas dan persepsi terhadap mutu dan pelayanan berbelanja penduduk. Lokasi tempat tinggal, jarak dan waktu tempuh ke kawasan perbelanjaan, mutu pelayanan, juga persepsi terhadap fasilitas dan kondisi tempat-tempat perdagangan dan jasa temyata berkorelasi dengan karakteristik pola pergerakan berbelanja, karena semuanya menjadi bahan pertimbangan bagi penduduk untuk melakukan pola pergerakan berbelanja. Sehingga dapat dikatakan bahwafasilitas perdagangan di kota Soreang saat ini hanya dapat memenuhi kebutuhan primer dan sekunder saja dan untuk kebutuhan barang dan jasa tersier masih tergatung dengan Kota Bandung. Jadi secara keseluruhan dapat dilihat bahwa Kota Soreang belum dapat dikatakan sebagai kota yang mandiri apabila ditinjau dari karakteristik pola pergerakan berbelanja penduduknya.


LOADING LIST...

LOADING LIST...

Detail Information

Bagian Informasi
Pengarang NUNUK NURHASTUTI / 241998049 - Personal Name
Achadiat Dritasto, Ir., M.T - Personal Name
Ira Irawati, ST., M.T. - Personal Name
No. Panggil 122PL/03
Subyek
Fakultas FTSP
Tahun Terbit 2003
Jurusan Teknik Planologi
Deskripsi Fisik
Info Detil Spesifik

  Tags :

Citation

. (2003).IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN KOTA SOREANG DITINJAU DARI KARAKTERISTIK POLA PERGERAKAN BERBELANJA PENDUDUK().Teknik Planologi:FTSP

.IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN KOTA SOREANG DITINJAU DARI KARAKTERISTIK POLA PERGERAKAN BERBELANJA PENDUDUK().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text

.IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN KOTA SOREANG DITINJAU DARI KARAKTERISTIK POLA PERGERAKAN BERBELANJA PENDUDUK().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text

.IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN KOTA SOREANG DITINJAU DARI KARAKTERISTIK POLA PERGERAKAN BERBELANJA PENDUDUK().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text

 



Homepage Info

Koleksi  ETD adalah merupakan Tugas Akhir mahasiswa Itenas dalam menempuh program Sarjana/Magister. Seluruh isi dari Tugas Akhir adalah merupakan tanggung jawab penulis sepenuhnya.

Koleksi


Total ETDs : 20322

Total Kunjungan: 26011 dari Maret 2018

Media Sosial / Kanal

Address

UPT Perpustakaan Itenas
Jl. PKH. Mustopha No.23
Bandung 40124, Indonesia
Phone: +62-22-7272215,
email: libary[at]itenas.ac.id