IDENTIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI SAMPING REL KERETA API (Studi Kasus : Jl. Sunda - Stasiun Kiaracondong)
Peningkatan kehutuhan lahan diperkotaan terjadi seiring dengan perkembangan kota. Hal ini terjadi karena adanya berbagai macam aktivitas penduduk yang ada di kota tersebut. Pada dasarnya kebutuhan lahan pada suatu kota terus meningkat sedangkan lahan bersifat terbatas, sehingga sering timbul konjlik antar pihak yang berkepentingan, karena adanya ketidaksesuaian antara 2 (dua) pihak atau lebih terhadap suatu lahan. Penyimpangan penggunaan lahan tersehut menyehabkan pola penggunaan lahan menjadi tercampur, hal ini ditandai dengan bentuk jisik bangunan yang tidak beratuan, akibat perubahan penggunaan lahan tersebut. Contoh penyimpangan penggunaan lahan di Kota Bandung adalah pemukiman kumuh yang terdapat di kiri kanan rei kereta api, yang sebenarnya merupakan lahan milik PT KAI. Penyimpangan penggunaan lahan di kanan kiri kereta api tersebut menimbulkan dampak negatif seperti munculnya berbagai kerusakan dan gangguan bagi badan rel kereta api, kurangnya tingkat keamanan bagi penghuni, mengganggu penampilan wajah kota dan tidak sesuai dengan tata guna lahan yang telah direncanakan, sehingga diperlukan adanya tindakan untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh pendirian bangunan-bangunan tersebut dengan cara peningkatan fungsi lahan PT. KAI. Berdasarkan latar belakang dan masalah tersebut, maka tugas akhir ini dibahas mengenai identifikasi penyimpangan penggunaan lahan di kiri kanan rel kereta api dengan cara penyebaran kuisioner, wawancara dengan penduduk di wilayah studi dan menganalisisnya dengan menggunakan metode uji statistik yaitu ana/isis tabulasi silang antara karakteristik sosial-ekonomi penduduk dengan karakteristik lahan dan bangunan serta persepsi penduduk terhadap lahan yang digunakan, sehingga diperoleh sasaran yang ingin dicapai. Kesimpulan yang dihasilkan pada studi identifikasi penyimpangan penggunaan lahan di kiri kanan rel kereta api ini ialah tidak adanya koordinasi antara Pemda Kodya Bandung dan PT. KAI dalam menangani penyimpangan lahan di kanan kiri rel kereta api, PT. KAI tidak konsisten dalam menangani masalah lahan, tidak terkendalinya pertumbuhan/perkembangan pemukiman liar di kiri kanan rel kereta api, pada dasarnya penduduk di wilayah studi siap untuk direlokasikanlpindah ke lahan yang baru, dan peraturan/Kebijakan yang berlaku pada saat ini kurang dapat disosialisasikan dengan jelas kepada masyarakat. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka rekomendasi yang diusulkan pada studi ini antara lain ialah adanya koordinasi yang baik antara PT. KAI dan PEMDA Kodya Bandung, melakukan penyuluhan tentang lahan PT KAl kepada penduduk, PT KAl dan Pemda bekerja sama untuk menangani penyimpangan yang telah terjadi, membatasi lahan PT.KAI dengan pagar atau jalur hijau membuat dan memperbaharui peraturan mengenai lahan yang dimiliki PT KAI bersama-sama dengan PEMDA, sehingga ketentuan tersebut dapat mengurangi kerugian PT. KAI.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2003).IDENTIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI SAMPING REL KERETA API (Studi Kasus : Jl. Sunda - Stasiun Kiaracondong) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI SAMPING REL KERETA API (Studi Kasus : Jl. Sunda - Stasiun Kiaracondong) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
MLA Style
.IDENTIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI SAMPING REL KERETA API (Studi Kasus : Jl. Sunda - Stasiun Kiaracondong) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text
Turabian Style
.IDENTIKASI PENYEBAB PENYIMPANGAN PENGGUNAAN LAHAN DI SAMPING REL KERETA API (Studi Kasus : Jl. Sunda - Stasiun Kiaracondong) ().Teknik Planologi:FTSP,2003.Text