<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" ID="17658">
<titleInfo>
<title><![CDATA[IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR DOMINAN DALAM PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN HUNIAN KOLONIAL DI KORIDOR JL. IR. H. JUANDA]]></title>
</titleInfo>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>Ir. Sri Hidayati Djoefan, M.T.</namePart>
<role><roleTerm type="text">Dosen Pembimbing 1</roleTerm></role>
</name>
<name type="Personal Name" authority="">
<namePart>DESMIHARDI / 241997042</namePart>
<role><roleTerm type="text">Penulis</roleTerm></role>
</name>
<typeOfResource manuscript="yes" collection="yes"><![CDATA[mixed material]]></typeOfResource>
<genre authority="marcgt"><![CDATA[bibliography]]></genre>
<originInfo>
<place><placeTerm type="text"><![CDATA[Teknik Planologi]]></placeTerm></place>
<publisher><![CDATA[FTSP]]></publisher>
<dateIssued><![CDATA[2004]]></dateIssued>
<issuance><![CDATA[monographic]]></issuance>
<edition><![CDATA[0]]></edition>
</originInfo>
<language>
<languageTerm type="code"><![CDATA[en]]></languageTerm>
<languageTerm type="text"><![CDATA[English]]></languageTerm>
</language>
<physicalDescription>
<form authority="gmd"><![CDATA[Text]]></form>
<extent><![CDATA[]]></extent>
</physicalDescription>
<note>Perubahan pemanfaatan lahan dari fungsi perumahan menjadi fungsi non perumahan, merupakan suatu gejala yang umum di kota-kota besar di Indonesia. Hal ini juga terjadi di Kota Bandung, yang diindikasikan dengan semakin banyak pemanfaatan lahan baru yang berorientasi pada kegiatan ekonomi di kawasan-kawasan perumahan dan koridor-koridor jalan utama di Kota Bandung. Salah satu bentuk pemanfaatan lahan beberapa tahun belakangan ini mulai berkembang di kawasan-kawasan perumahan, seperti di koridor Jl. Ir. H. Juanda adalah perubahan fungsi bangunan hunian kolonial menjadi fungsi perdagangan, perkantoran dan jasa. Jalan Ir. H. Juanda merupakan kawasan perumahan kalangan elit atau golongan kelas atas dengan bangunan-bangunan perumahan gaya arsitektur modern tropis Indonesia dengan luas bangunan yang cukup besar di atas lahan yang luas. Selain penghijauan yang terdapat di setiap halaman depan rumah-rumah di jalan Ir. H. Juanda, pepohonan yang cukup besar juga terlihat di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda dengan ruas jalan yang cukup lebar, menjadikan kawasan tersebut memiliki ciri khas tersendiri dengan adanya perumahan kolonial. Berdasarkan latar belakang dan perumusan mesalab tersebut, maka akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah identifikasi faktor-faktor dominan dalam perubahan fungsi bangunan hunian kolonial di koridor Jl. Ir. H. Juanda. Sasaran yang akan dicapai dalam studi ini adalah karakteristik pemanfaatan bangunan kolonial di sepanjang koridor Jl. Ir. H. Juanda dan faktor- faktor dominan dalam perubahan fungsi bangunan kolonial hunian di sepanjang koridor Jl. Ir. H. Juanda. Berdasarkan Kivell dan Colby (dalam Bourne, ed, 1971), terdapat faktor-faktor yang dapat merrpengaruhi perubahan fungsi pemanfaatan lahan. Jika dilihat di koridor Jl. Ir. H. Juanda terhadap perubahan fungsi bangunan hunian kolonial meka didapat 10 variabel yaitu ; (1) kesesuaian lahan, (2) biaya perawatan, (3) harga lahan (4) kegiatan sekitar, (5) gengsi, (6) sejarah, (7) keadaan kenyamanan (polusi, jalur hijau, kebisingan), (8) karakteristik luas lahan (9) karakteristik fasade bangunan, (10) ukuran bangunan. Variabel-variabel tersebut dianalisis dengan mengunakan metode Analisis Faktor untuk mengetabui faktor-faktor yang dominan. Kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis adalah didapat tiga faktor dominan dalam perubahan fungsi bangunan hunian kolonial yaitu : (1) harga lahan (2) pengaruh kegiatan sekitar (3) Fasade bangunan dan empat faktor dominan alasan penghuni mempertahankan fungsi sebagai rumah hunian yaitu (1) kecocokan, (2) gengsi, (3) luas lahan, (4) ukuran bangunan. Berdasarkan factor-faktor dominan tersebut, dibuat rekomendasi berupa suatu masukan pengendalian, pengawasan dan sanksi untuk menghentikan terjadinya perubahan fungsi bangunan hunian kolonial di koridor Ir. H. Juanda.</note>
<classification><![CDATA[]]></classification><identifier type="isbn"><![CDATA[]]></identifier><location>
<physicalLocation><![CDATA[Setiadi Open Source ETD System]]></physicalLocation>
<shelfLocator><![CDATA[161l/04]]></shelfLocator>
<holdingSimple>
<copyInformation>
<numerationAndChronology type="1"><![CDATA[161lPL/04]]></numerationAndChronology>
<sublocation><![CDATA[My Library]]></sublocation>
<shelfLocator><![CDATA[161lPL/04]]></shelfLocator>
</copyInformation>
</holdingSimple>
</location>
<slims:digitals>
<slims:digital_item id="19203" url="" path="/241997042_161PL-04.pdf" mimetype="application/pdf"><![CDATA[IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR DOMINAN DALAM PERUBAHAN FUNGSI BANGUNAN HUNIAN KOLONIAL DI KORIDOR JL. IR. H. JUANDA]]></slims:digital_item>
</slims:digitals><recordInfo>
<recordIdentifier><![CDATA[17658]]></recordIdentifier>
<recordCreationDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 11:20:00]]></recordCreationDate>
<recordChangeDate encoding="w3cdtf"><![CDATA[2024-01-30 11:20:25]]></recordChangeDate>
<recordOrigin><![CDATA[machine generated]]></recordOrigin>
</recordInfo></mods></modsCollection>