// <![CDATA[POLA KECENDERUNGAN LOKASI HILANGNYA BANGUNAN RUMAh TINGGAL TUA DAN SERSEJARAH DI KAWASAN PERMUKIMAN BANDUNG UTARA]]> Widya Suryadini, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 2 Dra. Djohara T. Djajadinata. MRRP. Dosen Pembimbing 1 REZA YANUAR PERDANA / 241997043 Penulis
Meningkatnya intensitas kegiatan komersial, seperti perdagangan, jasa, perkantoran dan pendidikan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan pada bagian kota lama di Kota Bandung. Seiring dengan meningkatnya kegiatan komersial, kota lama Bandung yang kaya akan bangunan tua dan bersejarah ikut terkena dampaknya, banyak bangunan tua dan bersejarah yang dibongkar atau hilang diganti dengan bangunan-bangunan modern, yang semata-mata untuk mengejar prioritas ekonomi. Kawasan yang banyak terdapat bangunan tua dan bersejarah yang telah hilang itu adalah kawasan penmukiman di Kota Bandung Bagian Utara. Hilangnya berbagai bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah secara sepintas banyak terlihat pada pergantian fungsibangunan dari rumah tinggal menjadi fungsi lain seperti perdagangan dan jasa (mall, FO, restoran, kafe, hotel dan sebagainya), tetapi ada juga bangunan yang hilang dengan fungsinya tetap sebagai rumah tinggal yang lebih luas dan modern. Berdasarkan latar belakang dan penmasalahan tersebut, maka perlu dilakukan suatu kajian untuk mengetahui bagaimana kecenderungan lokasi hilangnya bangunan-bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah berdasarkan perubahan fungsi bangunan dari rumah tinggal ke fungsi lain dan perubahan bentuk/fisik bangunan tetapi fungsi bangunan itu tetap sebagai rumah tinggal. Metodologi peneli tian yang digunakan adalah dengan metodologi pengumpulan data dan metodologi pendekatan dengan menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian ini terbagi menjadi beberapa tahapan, yaitu: (1) Menentukan koridor di mana terdapat bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah yang sudah hilang, (2) Menghitung proporsi perubahan fungsi bangunan yang dianggap hilang per kelorrpok koridor sehingga didapatkan proporsi terbesar kecendenmgan hilangnya bangunan dalam koridor, (3) Mengidentifikasi kecendenmgan hilangnya bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah dengan tujuan untuk melihat pola kecendenmgan perubahan fungsinya. Sebagai langkah awal dalam proses analisis perlu adanya suatu kriteria yang diperlukan untuk mengetahui bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah yang hilang dan mana yang tidak hilang, dan kriteria koridor bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah hilang yang cendenmg berubah fungsi dan cendenmg tidak berubah fungsi. Hasil analisis terhadap koridor-koridor di Kawasan Bandung Utara, terbagi menjadi 2 (dua) kelorrpok kecenderungan. Kelompok pertama yaitu kecendenmgan lokasi koridor dimana terdapat bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah yang hilang akibat peiubahan fungsi banyak terdapat pada kelas koridor utama karena pada koridor utama itu telah terjadi gejala penetrasi kegiatan non perumahan serta kegiatan komersial, pendidikan dan perkantoran. Kelompok kedua yaitu kecenderungan lokasi koridor dimana terdapat bangunan rumah tinggal tua dan bersejarah yang hilang namun memiliki fungsi tetap sebagai rumah tinggal banyak terdapat pada kelas koridor sayap. Bangunan pada koridor-koridor ini hanya hilang fisiknya saja berganti dengan bangunan yang lebih luas/besar dan modern.