// <![CDATA[PROSPEK KEGIATAN PENGOLAHAN HASIL DAN PEMASARAN PERTANIAN TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA DALAM MENDORONG PENGEMBANGAN WILAYAH]]> Akhmad Setiobudi, Ir, M.T. Dosen Pembimbing 1 Wiwin Winarti / 241999005 Penulis Cicih Warningsih / 241999049 Penulis 2
Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu wilayah pertanian yang ada di Jawa Barat. Seperti halnya wilayah lain, dalam pengembangan pertaniannya Kabupaten Purwakarta pun telah berupaya mengembangkannya kearah agribisnis. Namun demikian pengembangan agribisnis ini ternyata tidak berjalan di wilayah Kabupaten Purwakarta. Hal ini bisa dilihat dari kondisi di lapangan, dimana pengembangan pertanian hanya ditekankan pada aspek produksi saja, sedangkan pengembangan setelah pasca panen belum dilaksanakan. Studi ini ditekankan pada pertanian tanaman pangan dan hortikultura di Kabupaten Purwakarta karena berdasarkan analisis surplus/defisit pertanian tanaman ini memiliki beberapa tanaman yang produksinya surplus. Dengan adanya surplus tersebut, maka dianggap bahwa tanaman-tanaman ini memiliki kelebihan produksi yang dapat diolah terlebih dahulu menjadi beberapa jenis makanan atau dijual secara langsung dalam bentuk mentah. Permasalahannya adalah bagaimana prospek kegiatan pengolahan hasil dan pemasaran tersebut sebagai bagian dari agribisnis dalam mendorong pengembangan wilayah Kabupaten Purwakarta. Tujuan dari studi ini adalah menganalisis prospek kegiatan pengolahan hasil dan pemasaran sebagai bagian dari agribisnis dalam mendorong pengembangan wilayah berdasarkan jumlah surplus yang dimiliki. Prospek kegiatan pengolahan hasil dilihat dari besarnya keuntungan petani jika melakukan pengolahan, kapasitas industri yang mungkin didirikan, perannya dalam penyerapan tenaga kerja dan sentra industri yang akan terpilih. Prospek kegiatan pemasaran dilihat dari sebaran lokasi pasar, penyerapan tenaga kerja, kebutuhan angkutan dan jenis komoditi yang lebih menguntungkan untuk dipasarkan. Dengan demikian, diharapkan dapat dilihat jenis industry pengolahan hasil dan pemasaran yang dapat menunjang pengembangan wilayah guna mengantisipasi tidak berjalannya pengembangan agribisnis. Metodologi pendekatan dilakukan dengan melakukan studi kepustakaan dan pengumpulan data primer berupa penyebaran kuesioner kepada pengusaha industri pengolahan dan petani tanaman-tanaman yang surplus tersebut. Analisis prospek pengolahan hasil dan pemasaran dilakukan berdasarkan jumlah surplus tanaman pangan dan holtikultura sesuai dengan persentase surplus produksi yang layak untuk diolah atau yang dijual langsung. Berdasarkan analisis prospek kegiatan pengolahan hasil, dapat dilihat bahwa kegiatan tersebut memberikan prospek yang baik bagi pengembangan agribisnis dalam mendorong pengembangan wilayah Kabupaten Purwakarta. Prospek kegiatan tersebut dapat dilihat dari pendapatan petani yang yang lebih tinggi jika melakukan pengolahan terlebih dahulu, dengan adanya surplus produksi yang layak untuk diolah maka dapat dibangun industry sebanyak 802 unit, dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 3.439 orang dan beberapa kecamatan yang mempunyai surplus tidak hanya berfungsi sebagai sentra produksi bahan baku tetapi juga dapat mengembangkan wilayahnya sebagai sentra industri pengolahan karena industri yang akan direncanakan semuanya berorientasi pada lokasi bahan baku. Berdasarkan analisis prospek pemasaran, dapat dilihat bahwa komoditi yang mempunyai prospek yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan petani adalah ubi jalar dan pisang karena keuntungan yang diperoleh petani jika memasarkan komoditi tersebut lebih besar dibandingkan dengan UMR Kabupaten Purwakarta. Selain itu, berdasarkan peluang pasar yang dilihat dari perbandingan laju rata-rata pertumbuhan produksi dengan konsumsi dan perkembangan harga konsumen dan produsen, komoditi yang berprospek baik adalah padi dan jagung. Dengan demikian, komoditi-komoditi tersebut dapat dikembangkan dan ditingkatkan produksinya agar dapat mempberikan prospek yang baik bagi pengembangan agribisnis dalam mendorong pengembangan wilayah Kabupaten Purwakarta.