// <![CDATA[PENGEMBANGAN PENGELOLAAN SAMPAH KOTA BANDUNG ASPEK ORGANISASI DAN PEMBIAYAAN KORIDOR JALAN IR. H. DJUANDA]]> Dr. Sadar Yuni Raharjo, Ir.,MSP Dosen Pembimbing 1 TAUFAN GURNASA / 241999008 Penulis DIKI NURBUANA RIZEKI / 241999045 Dosen Pembimbing 1
Sejalan dengan perkembangan penduduk dengan segala kegiatannya, maka tidak lepas dari sesuatu apa yang dihasilkan oleh penduduk itu sendiri, salah satunya adalah sampah. Permasalahan yang sering kita lihat sehari-hari adalah adanya tumpukan sampah yang tidak terangkut sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap dan tidak enak dipandang. Adapun permasalahan tersebut dengan mengambil contoh wilayah studi sepanjang koridor Ir. H. Djuanda yang masuk pada wilayah Cibeunying. Pada dasarnya permasalahan yang muncul merupakan bagaimana cara mengelola dan memanfaatkan produk sampah tersebut hingga dapat menghasilkan keuntungan, dikaitkan dengan bentuk badan pengelola kebersihan itu sendiri yaitu “Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung”. Jumlah sarana angkutan sampah yang ada di wilayah operasional Cibeunying sekarang adalah sebanya 51 unit truk dengan kemampuan pengankutannya hanya sekitar 77,89% atau sebesar 2493 m3/harinya, maka wajar saja jika muncul permasalah adanya sampah tidak terangkut sebesar 691,70 m3/hari dikarenakan sarana yang adapun kurang memadai. Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut, maka akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah “Pengembangan Sistem Pengelolaan Sampah Dilihat Dari Aspek Organisasi dan Aspek Pembiayaan”. Sasaran yang akan dicapai dalam studi ini adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi pola pengelolaan sampah lingkungan sebagai sumber penghasil sampah terhadap kinerja PD Kebersihan Kota Bandung, mengidentifikasi biaya operasional pengangkutan. Serta yang terakhir adalah menyusun konsep pengembangan pola pengangkutan sampah yang optimal berdasarkan ketersediaan dana yang ada. PD Kebersihan dibentuk pada tahun 1985 melalui Peraturan Daerah No. 02 Tahun 1985. Pembentukan PD ini difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen PU melalui Proyek Pengembangan Kota Bandung atau Bandung Urban Development Project (BUDP). Perusahaan ini bertanggung jawab melestarikan lingkungan hidup dan secara khusus memelihara serta meningkatkan kebersihan kota dalam arti seluas-luasnya, sebagai usaha menjamin terwujudnya kota yang rapi, bersih, dan sehat. Berdasarkan SK Walikota, PD Kebersihan juga diberi tugas merumuskan keijakan, melaksanakan pengelolaan sampah, meneliti dan mengembangkan cara pengelolaan sampah kota. Analisis yang digunakan untuk aspek organisasi yaitu analisis deskriptif komparatif, dengan cara membandingkan kriteria system pengelolaan sampah yang baik dengan system pengelolaan yang ada di wilayah studi. Kemudia dilakukan analisis kuantitatif yaitu dengan menggunakan metode analisis regresi, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dan kontribusi struktur organisasi dan komunikasi organissasi pada kinerja pegawai PD Kebersihan Kota Bandung. Untuk aspek Pembiayaan dilakukan dengan perbandingan dari beberapa azas yang cara pengelolaannya berhasil di terapkan di negara lain.