// <![CDATA[ARAHAN LOKASI FASILITAS PENDIDIKAN TINGKAT SLTP KOTA CILEGON]]> Achadiat Dritasto, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 Luki Kusumawardhani, S.T. Dosen Pembimbing 2 RIZAL / 241999029 Penulis
Kota Cilegon yang terletak di bagian utara Propinsi Banten, secara geografis menempati posisi yang cukup strategis karena herada dalam jalur penghubung lalu-lintas antara Pulau Jawa dan Sumatera. Lokasi yang cukup menguntungkan tersebut mengakibatkan cepatnya pertumbuhan penduduk di kola ini, dan akan berdampak pula terhadap tingginya kebutuhan terhadap fasilitas sosial. Sejak tahun 1994 lalu pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di SLTP, tentunya penyediaan fasilitas ini harus disesuaikan dengan perkembangan kota. Menurut standar Departemen PU, berdasarkan penduduk pendukung tingkat pelayanan fasilitas pendidikan tingkat SD di Kota Cilegon tahun 2002 berdasarkan kuantitasnya sudah dapat memenuhi seluruh kebutuhan beli masyarakat atau sudah mencapai 100%. Namun berbeda dengan fasilitas pendidikan tingkat SLTP yang tingkat pelayannnya hanya mencapai 63,5%, fasilitas SLTP yang ada saat ini hanya berjumlah 40 unit dari 63 unit yang dibutuhkan, artinya ketersediaan fasilitas SLTP masih kurang mamadai. Fasilitas SLTP yang ada cenderung berkelompok di pusat kota sehingga daerah pinggirannya tidak terlayani, atas dasar ilulah tujuan studi ini adalah untuk menghitung kebutuhan dan menentukan arahan lokasi fasilitas SLTP agar fasilitas tersebut tersebar secara merata. Studi ini mencoba membantu memecahkan masalah tersebut dengan mengidentifikasi kebutuhan SLTP berdasarkan kebutuhan masyarakat menurut struktur umur usia sekolah 13-15 tahun dalam setiap desa, sehingga jumlah kebutuhannya mendekati yang sebenarnya. Faktor lain yang dipertimbangkan dalam studi ini adalah jangkauan pelayanan fasilitas SLTP dan penggunaan lahan disekitarnya. Analisis yang digunakan dalam studi ini adalah perhitungan kebutuhan dan sediaan fasilitas SLTP di setiap desa, kebutuhan fasilitas SLTP desa yang melebihi sediaannya dianggap menggunakan fasilitas di desa lain terdekat. Metoda yang digunakan adalah P-Median dan kriteria metode ini adalah minimasi jarak rata-rata. Perhitungan kebutuhan dan sebaran lokasi fasilitas SLTP akan dilakukan selama I periode yaitu selama 6 tahun ke depan. Hal ini didasarkan pada lamanya pendidikan di sekolah dasar yaitu 6 tahun, jika tahun dasar proyeksi adalah tahun 2004 maka analisis kebutuhan dan sebaran lokasi SLTP akan dilakukan pada tahun 2010, meskipun demikian untuk melihat tahapan pembangunan maka analisis akan dibagi menjadi 2 tahap denganjeda waktu 3 tahun yaitu tahun 2007 dan tahun 2010. Kebutuhan fasilitas SLTP tambahan tahun 2007 yang harus disediakan adalah sebanyak 21 unit atau jumlah total SLTP yang harus disediakan sampai dengan tahun 2007 adalah 61 unit, sedangkan jumlah SLTP yang harus disediakan untuk tahun 2010 adalah sebanyak 6 unit atau sampai dengan tahun 2010 total kebutuhan fasilitas SLTP yang harus disediakan adalah sebanyak 67 unit. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut dilakukan dengan beberapa cara alternatif yaitu: menambah kapasitas kelas di setiap sekolah, kerjasama pemerintah dan swasta agar biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan lebih ringan dan penggunaan sekolah dengan sistem shift pagi dan siang.