// <![CDATA[RESPON MASYARAKAT TERHADAP RUANG PUBLIK DI PUSAT KAWASAN BENTENG KUTO BESAK PALEMBANG]]> Widya Suryadini, S.T.,M.T. Dosen Pembimbing 1 IVAN RYANO / 241999035 Penulis
Pembangunan ruang publik tidak lepas dari persoalan yang terkait dengan perubahan pemanfaatan lahan. Kegiatan pembangunan terbentur pada permasalahan pemanfaatan dan pengendalian lahan di mana terkesan yang diprioritaskan hanya guna lahan komersial dan perumahan tanpa memperhitungkan kebutuhan lahan akan ruang publik sebagai ruang kehidupan, tempat bermain dan wadah kontak sosial (Budiharjo, 1996). Pertambahan penduduk menuntut perubahan pemanfaatan lahan sebagai tempat penunjang bagi terselenggaranya kegiatan penduduk dan sedikit demi sedikit akhirnya menjadi tidak terkendali, perubahan yang tidak terkendali ini juga terjadi di kawasan pusat kota dekat dengan Sungai Musi (Laporan Final "Project Memorandum Redevelopment Program of the Benteng Kuto Besak - 16 Ilir Palembang", 2002). Dalam usaha untuk mengembalikan fungsi awal dan meningkatkan kualitas kawasan tersebut secara keseluruhan maka pemerintah merencanakan pembangunan kembali kawasan tersebut, termasuk pembangunan kembali ruang publik yang telah ada. Pembangunan Kawasan Tepi Air Benteng Kuto Besak merupakan bagian dari rencana pembangunanan kembali Kawasan Benteng Kuto Besak- Pasar 16 Ilir yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Sumatera Selatan. Kawasan ini memiliki potensi yang sangat tinggi pada kegiatan yang bemuansa budaya dan sejarah, serta pariwisata. Pusat Kawasan Benteng Kuto Besak telah menjadi suatu landmark Kota Palembang karena terdapat beberapa bangunan yang menjadi ciri dari Kota Palembang. Namun yang terjadi pada saat ini adalah tersedianya ruang-ruang publik secara kuantitas yang cukup banyak namun tingkat penggunaanya sangat rendah, ditambah dengan kualitas yang dinilai kurang. Selain itu berkembangnya kegiatan perdagangan berupa pasar yang sebenamya tidak terdapat dalam rencana tata ruang mengakibatan muncul dampak negatif terhadap pola pemanfaatan lahan pada kawasan, serta penurunan kualitas lingkungan kawasan dan sekitamya secara visual. Tujuan penelitian adalah untuk menilai respon masyarakat berdasarkan variable-variabel tingkat penggunaan dan tingkat penilaian masyarakat terhadap ruang public yang telah ada. Tujuan dan sasaran tersebut dicapai dengan memperkirakan pengembangan terhadap ruang publik yang telah ada berdasarkan rencana yang telah disusun Pemerintah Daerah, kemudian melakukan identiftkasi respon masyarakat baik pengguna maupun non-pengguna yang berada di kawasan berdasarkan tingkat penggunaan atau alasan tidak menggunakan, dan tingkat penilaian mereka terhadap ruang publik yang telah ada. Analisis respon dilakukan dengan menggunakan diagram kartesius Kotler, di mana respon yang didapat merupakan keterkaitan antara tingkat penggunaan atau dan tingkat penilaian masyarakat. Setelah itu dilakukan perkiraan pengggunaan ruang publik yang akan datang berdasarkan respon untuk menghasilkan usulan perubahan dan pemanfaatan ruang publik.