// <![CDATA[EVALUASI PUSAT KEGIATAN PERDAGANGAN WILAYAH PENGEMBANGAN (WP) CIBEUNYING TERHADAP TEORI CENTRAL PLACE]]> Achadiat Dritasto, Ir., M.T Dosen Pembimbing 1 ADELINA HELMINA IRIANI / 241999042 Penulis
Teori central place dikemukakan oleh Christaller, seorang ahli geografi Jerman pada tahun 1933. Christaller menyatakan bahwa konsumen mempunyai kecenderungan untuk mencari pusat-pusat pemenuhan kebutuhan yang terdekat, murah, mudah dicapai, sesuai, serta dapat memenuhi selera kebutuhan konsumen. Pernyataan Christaller didukung oleh prinsip-prinsip, yaitu : 1. prinsip pasar, menyatakan bahwa konsumen ingin sedekat mungkin dengan setiap tingkat dari jenis kegiatan perdagangan. 2. prinsip lalu lintas, menyatakan bahwa persebaran tempat-tempat paling menguntungkan jika terletak pada jalan yang menghubungkan dua wilayah yang penting. Jalan penghubung tersebut bendaknya sependek dan selurus mungkin. 3. prinsip administrasi, menunjukkan suatu wilayah besar yang terletak di tengah dan dikelilingi oleh wilayah-wilayah yang lebih kecil. Salah satu kegiatan untuk memenuhi kebutuhan penduduk Kota Bandung adalah kegiatan perdagangan yang berkembang cukup pesat di WP Cibeunying. Pertumbuhan kegiatan perdagangan pasar dan swalayan yang berkembang cukup pesat di WP Cibeunying memberikan kesempatan kepada konsumen dalam memilih jenis dan lokasi kegiatan perdagangan yang sesuai dengan karakteristik masing-masing konsumen. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui sesuai atau tidaknya kegiatan perdagangan pasar dan swalayan di WP Cibeunying, terhadap prinsip-prinsip teori central place. Studi ini menggunakan data kuesioner untuk mengetahui karakteristik konsumen kegiatan perdagangan. Dengan menggunakan data tersebut, maka dapat diketahui perbedaan karakteristik konsumen kegiatan perdagangan berdasarkan lokasi tempat tinggal konsumen. Evaluasi kegiatan perdagangan terhadap teori central place menggunakan Metode Analisis Diskriminan, sehingga dapat diketahui variabel-variabel yang mendukung sesuai atau tidaknya kegiatan perdagangan terbadap teori central place. Adapun variabel-variabel karakteristik konsumen kegiatan perdagangan, terdiri dari variabel fasilitas transportasi, waktu perjalanan, daya bubung, jenis pekerjaan, penghasilan, asal kedatangan, alat transportasi yang digunakan, dan frekuensi kedatangan konsumen ke lokasi perdagangan. Berdasarkan basil analisis, maka dapat diketahui bahwa kegiatan perdagangan di WP Cibeunying tidak sesuai dengan prinsip-prinsip teori central place. Hal ini disebabkan kondisi WP Cibeunying yang tidak bomogen menyebabkan pusat-pusat perdagangan tidak dapat berbentuk beksagonal berdasarkan K=3, K=4, dan K =7. Tidak sesuainya pusat perdagangan dengan teori central place disebabkan adanya variabel-variabel lokasi kegiatan perdagangan yang tidak bomogen berdasarkan basil analisis diskriminan dan juga pengamatan secara langsung di lapangan.