// <![CDATA[PENENTUAN MODEL OPTIMAL DALAM MENINGKAT.KAN PAD KOTA BANDUNG BERDASARKAN PENERIMAAN PAJAK HOTEL]]> Shinta Kusumawati, S.T. Dosen Pembimbing 2 Akhmad Setiobudi, Ir, M.T. Dosen Pembimbing 1 MALVINA DIAN EKAWATI / 242000014 Penulis
Dalam otonomi daerah suatu wilayah diberikan kewenangan yang lebih besar untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri. Hal tersebur dapat memacu daerah otonom secara utuh untuk menggali dan meningkatkan sumber-sumber penerimaan daerah yang memiliki potensi dan kontribusi besar terhadap PAD. Pajak daerah merupakan bagian dari sumber penerimaan PAD. Se1ring dengan perkembangan sektor jasa perhotelan pajak hotel merupakan sumber penerimaan tertinggi dalam pajak daerah Kola Bandung. Agar penerimaan pajak hotel tetap tinggi dan menjadi kontributor utama dalam PAD Kota Bandung, maka perlu dikelahui faktor-faktor yang berpengaruh pada penerimaan pajak hotel sehingga dapat meningkatkan PAD Kota Bandung. Perkembangan usaha sektor jasa perhotelan ini dapat dilihat dari semalan bertambahnya jumlah hotel berbintang dan non bintang di kota Bandung yang kemudian berimbas pada besarnya perolehan PAD Kola Bandung yang berasal dari sektor Jasa perhotelan, baik dalam Penerimaan Pendapatan Tetap (PT) maupun Penerimaan Tidak Tetap (PIT). Untuk Pendapatan Tetap pemerintah memperoleh penerimaan dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari hotel berbintang dan non bin tang sedangkan untuk Pendapatan Tidak Tetap pemerintah memperoleh penerimaan dari pajak hotel. Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk mengelahui variabel Pendapatan Tetap dan Pendapatan Tidak Tetap yang dinilai berpengaruh terhadap perkembangan sektor jasa perhotelan dalam menmgkatkan PAD Kota Bandung yang berasal dari penenmaan pajak hotel berdasarkan pemilihan model persamaan regresi yang paling oplimal. Untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dalam penelilian ini maka sasaran dalam penelitian ini adalah Teridentifikasinya variabel dari Pendapatan Tidak Tetap yang berpengaruh terhadap peningkatan PAD Kota Bandung berdasarkan hubungan keterkaitan antar variabel melalui ketepatan diagram asumsi kelerkailan dengan diagram arah kelerkailan.Teridentifikasinya model persamaan regresi PAD yang palmg optimal dengan melibatkan variabel-variabel pada Pendapatan Tetap dan Pendapatan Tidak Tetap agar dapat meningkatkan jumlah penerimaan PAD Kota Bandung yang berasal dan pajak hotel dan Arahan atau masukan terhadap pemerintah dengan cara memberikan rekomendasi mengenai perkembangan sektor 1asa perhotelan berdasarkan model persamaan regresr yang paling optimal beserta variabel yang terlibat untuk meningkatkan JUmlah penerimaan PAD Kota Bandung yang berasal dari pajak hotel untuk masa yang akan datang dalam menunjang perekonomian Kola Bandung. Metode analisis yang dilakukan dalam studi ini adalah Analisis Jalur (Analisis arah keterkailan dan Analisis besar kelerkailan) untuk menguji ketepatan antara diagram asumsi keterkaitan yang dibuat dengan diagram arah keterkaitan yang terbentuk dan analisis penentuan model persamaan PAD yang paling optimal dengan menggunakan metode regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analis1s kriteria, model persamaan regresi PAD yang paling optimal untuk meningkatkan PAD berdasarkan penerimaan pajak hotel adalah model dengan persamaan: Y7 = -2,2xl0^11 + 2,3x10^7 (L2) + 2,3xl0^10(X4) + 8603,894(X11) + 4,6x10^9(XI3). Model persamaan nii melibatkan variabel Pendapatan Tetap yakni luas bangunan hotel non bintang (L2) dan variabel Pendapaton Tidak Tetap yakni frekuensi rata-rata lamanya menginap wisnus di hotel non bin tang (X4), jumlah pengunjung (wisnus) ke objek wisata (XII) dan jumlah objek wisata di Kota Bandung (Xl3).