// <![CDATA[PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR SAMPAH (Studl Kaaus :]]> Enni Lindia Mayona, S.T., M.T Dosen Pembimbing 2 Yanti Budiyantini, Ir.,M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 YADI MUHAMAD HIDAYAT / 242000071 Penulis
Pertumbuhan penduduk Kota Bandung, baik itu disebabkan oleh pertumbuhan alamiah maupun karena perpindahan penduduk dari atau ke kota, pada dasamya membawa konsekuensi meningkatnya sampah yang terjadi sebagai hasil kegiatan penduduknya. Meluasnya timbulan sampah ini disebabkan produk sampah yang ada tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan oleh pihak pengelola sampah. Jika keberadaan ini terns berlanjut, maka akan mengakibatkan proses kerusakan lingkungan fisik bagi masyarakat di sekitar timbulan sampah tersebut. Sampah identik dengan hal yang kotor, bau, tidak terpakai dan tidak pemah dipedulikan, tapi sampah dapat menjadi masalah yang komplek terutama untuk Kota Bandung. Melihat kondisi tempat pembuangan akhir sampah Leuwigajah saat ini, dapat dikatakan sangat tidak ramah lingkungan dan sudah tidak dioperasikan lagi, setelah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Leuwigajah mengalami longsor, dan mengancaman kesehatan warga dan "bencana" kebersihan di Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung. Pihak pemerintah setempat telah melakukan berbagai upaya untuk menyikapi menumpuknya sampah, Hasilnya tetap belum optimal. Musibah TPA Leuwigajah yang menelan banyak korban jiwa maupun rumah, sawah, dan kebun penduduk yang ada di sekitamya beberapa waktu lalu ditambah lagi sistem pengelolaan sampah yang ada saat ini di TPA Leuwigajah masih menggunakan sistem open dumping, menyebabkan usia TPA tidak panjang serta mengakibatkan timbulnya berbagai permasalahan di lingkungan sekitar TPA Leuwigajah. Permasalahan tempat pembuangan akhir sampah di Leuwigajah perlu diperhatikan secara khusus, karena daya tampung dan sistem pengelolaan sampah di TPA Leuwigajah dinilai kurang optimal oleh rnasyarakat. Kondisi TPA Leuwigajah pada saat ini dapat dikatakan pelayanannya sudah menurun. Hal tersebut disebabkan oleh semakin bertambahnya jumlah penduduk, sedangkan laban yang sekarang dipakai tidak bertambah. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu rencana penentuan lokasi tempat pembuangan akhir sampah yang baru untuk melayani Bandung Raya. Permasalahan tempat pembuangan akhir sampah yang dibutuhkan untuk Bandung Raya, dapat ditangani dengan menentukan lokasi baru tempat pembuangan akhir sampah. Oleh karena itu, akan ditentukan lokasi pembuangan sampah dengan menggunakan pendekatan-pendekatan terhadap kriteria lokasi dan standar pemilihan lokasi TPA sampah, dan melakukan analisis dengan menggunakan AHP (Analisis Hierari proses) dan anal isis fisik. Melalui rnetode tersebut dapat ditentukan bobot kriteria setiap kriteria yang dianalisis, penilaian pada setiap lokasi altematif, sehingga terpilih lokasi yang optimal untuk lakasi tempat pembuangan akhir sampah. Berdasarkan tahapan-tahapan di atas didapat lokasi yang paling ideal untuk dibangun TPA sampah yaitu penggunaan lahannya bukan merupakan daerah yang padat penduduk. Dengan demikian, menempatkan TPA sampah di lokasi tersebut diharapkan dapat meminimalkan dampak yang mungkin ditimbulkan terhadap lingkungan sekitar dan masyarakat.