// <![CDATA[PENGARUH LEPASNYA WILAYAH BANTEN TERHADAP PEREKONOMIAN PROVINSI JAWA BARAT]]> Shinta Kusumawati, S.T. Dosen Pembimbing 2 Yanti Budiyantini, Ir.,M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 NOVA TRI ANTOSO / 242001002 Penulis
Otonomi yang sudah mulai diundangkan pada awal tahun 2000 merupakan kebijaksanaan yang mendasar bagi Negara Kesatuan Republik lndonesia menuju tatanan yang sebenarnya sudah mulai dicanangkan pada era 1970-an Konsekuensi logis yang dimiliki akibat adanya kebijakan baru yang diterapkan sebagai pijakan pelaksanaan gerak langkah pembangunan dan mekanisme pertanggungjawahannya adalah perubahan menuju tatanan baru. Perubahan dari tatanan lama menuju tatanan baru tersebut membawa suatu konsekuensi logis, dan menjadi peluang untuk dapat tercapainya cita-cita negara menuju negara yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945, serta berfungsinya pemeritahan yang baik dan berkembangnya dunia kewirausahaan yang murni berdasarkan upaya perwujudan kemitraan yang mutualistik. Pada tahun 2001 Wilayah Banten mendapatkan Otonomi penuh dan terlepas dari Provinsi Jawa Barat, dengan demikian Wilayah Banten berhak sepenuhnya mengatur jalannya pemerintahan termasuk roda perekonomian tanpa campur tangan dari pemerintah pusat yaitu Provinsi Jawa Barat, dan pada saat itu juga laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat mengalami pemmman hingga 8,2% pada tahun 2001. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh lepasnya Wilayah Banten dari Provinsi Jawa Barat terhadap turunnya laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat pada tahun 2001, serta struktur dan komposisi perekonomian Provinsi Jawa Barat sebelum dan sesudah lepasnya Wilayah Banten. Serta memberikan rekomendasi pengembangan pada sektor-sektor yang mengalami penurunan akibat dari lepasnya Wilayah Banten. Kajian yang dilakukan antara lain adalah kajian struktur dan komposisi perekonomian Provinsi Jawa Barat lepasnya Wilayah Banten dengan menganalisis Struktur dan komposisi Perekonomian Provinsi Jawa Barat selama periode 1996-2002, kajian sektor basis yang ada di Provinsi Jawa Barat dan Wilayah Hanten sebelum Wilayah Banten mendapatkan Otonomi. dengan menggunakan alat analisis Location Question selama periode 1996-2002, serta kajian terhadap kontribusi selctor-sektor yang ada di Wilayah Banten terhadap Provinsi Jawa Barat sebelum terlepas selama periode 1996-2000 dengan menggunakan alat analisis Shift and share. Dari ketiga tahun tersebut dapat diketahui apakah Wilayah Banten berpengaruh atas turunnya laju pertumhuhan ekonomi Provinsi Jawa Barat pada tahun 2001. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, ternyata pengaruh lepasnya Wilayah Banten dari Provinsi Jawa Barat berpengaruh terhadap komposisi perekonomiannya dengan hilangnya sub sektor perangkutan yakni perangkutan dan penyeberangan sungai, serta berpengaruh terhadap turunnya nilai laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001. Sedangkan hila dilihat dari struktur perekonomian Provinsi Jawa Barat, struktur perekonomiannya sama sekali tidak terpengaruh, tetap pada sembilan sektor perekonomian dan bercorak industri. Dilihat dari kontribusinya, ternyata Wilayah Banten sangat berperan dan berpengaruh dalam perekonomian Provinsi Jawa Barat sebelum otonomi daerak terbukti pada nilai share yang positif dibeberapa sektor selama periode 1996-2000, sektor tersebut yaitu sektor industry pengolahan, sektor listrik, gas dan air bersih dan sektor pengangkutan dan komunikasi serta didukung oleh nilai LQ > 1 yang berarti ketiga sektor tersebut merupakan sector leading atau unggulan.\