// <![CDATA[PENGEMBANGAN RUTE PERJALANAN WISATA DI KAWASAN PANGANDARAN (OBJEK WISATA PANGANDARAN DAN SEKITARNYA)]]> Wanjat Kastolani, Dr., M.Sc Dosen Pembimbing 1 IRSAN / 241998032 Penulis R.Edi Triono N., S.T,CADD., CISSP Dosen Pembimbing 2
Sektar kepariwisataan memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan di Kabupaten Ciamis, sebagaimana tertuang dalam visi Kabupaten Ciamis, yaitu "Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Ciamis yang Sejahtera melalui Pengembangan Agribisnis dan Kepariwisataan yang Andal" (Rencana Strategis Kabupaten Ciamis Tahun 2001). Dalam kenyatannya ternyata dalam sektar pariwisata ini ternyata masih mempunyai kendala dalam hal pengembangannya. Hal tersebut terlihat dari Pengembangan pariwisata di Kawasan Pangandaran ini belum menjadi kesatuan yang utuh, sehingga Objek Wisata Pangandaran dan objek-objek wisata sekitarnya seakan berada dalam mata rantai yang terputus. Berdasarkan kandisi tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah pengembangan kawasan wisata Pangandaran melalui pembentukan rute perjalanan wisata dalam memberikan efektifitas waktu perjalanan dan aptimalisasi potensi objek wisata agar dapat dinikmati oleh para wisatawan. Untuk mencapai tujuan di atas diperlukan analisis pengembangan rute perjalanan objek wisata di Kawasan Pangandaran melalui analisis daya tarik wisata, dan pengkajian terhadap persepsi wisalawan untuk merumuskan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kansep pengembangan rute perjalanan wisata. Kansep rule perjalanan ini menghasilkan tiga alternatif kansep perjalanan wisata. Alternatif rule perjalanan wisata yang pertama melipuli. Objek Wisata Lembah Putri - Objek Wisata Pangandaran- Objek Wisata Cagar Alam Pananjung. Alternatif rute perjalanan wisata yang kedua meliputi, Objek Wisala Batu Hiu- Objek Wisala Balu Karas- Objek Wisata Cukang Taneuh. Sedangkan rute perjalanan wisata yang keliga meliputi semua objek wisata yang ada di Kawasan Pangandaran, karena jarak terjauh dari ke enam objek ini sekitar 52 Km dengan waktu tempuh sekilar 1,25 jam. Sarana yang diusulkan untuk menunjang rute perjalanan wisata terdiri dart area publik, pusat infarmasi, pusat perbelanjaan, penginapan, peribadatan, pas kemanan, pas P3K dan sarana kebersihan (WC umum, tempat sampah, dan gerabak sampah), sedangkan prasarana yang diusulkan terdiri dari jaringan jalan, jaringan air bersih, jaringan listrik, jaringan telepon, jaringan pengalahan air limbah, jaringan darinase dan jalur hijau.