KETERKAITAN ANTARA PERUBAHAN GUNA LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG DIDUGA MEMILIKI KETERKAITAN DENGANNYA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung)
Pertumbuhan Kota Bandung saat ini dirasakan cukup cepat. Hal ini tentunya memberikan dampak bagi wilayah sekitarnya, yaitu Wilayah Kabupaten Bandung khususnya kecamatan-kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung. Pertumbuhan penduduk yang tinggi di Kabupaten Bandung salah satunya disebabkan oleh daya tampung Kota Bandung yang sudah tidak dapat melayani penduduk secara optimal, sehingga sebagian penduduk Kota Bandung melakukan penetrasi ke kecamatan-kecamatan di Kabupaten Bandung. Beralihnya fungsi lahan menuju kawasan perkotaan menunjukkan adanya perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah yang ditandai dengan adanya perkembangan lahan terbangun yaitu lahan permukiman dan industri.
Dengan berkurangnya penggunaan lahan sawah di Kabupaten Bandung, maka terjadi pengurangan daerah resapan air dan ruang terbuka hijau. Terjadinya perubahan guna lahan tersebut pada dasarnya disebabkan oleh berbagai faktor. Secara teoritis banyak faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengan perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah, namun dalam penelitian ini hanya 5 faktor yang akan diteliti, yaitu faktor jumlah penduduk, jumlah industri, jumlah sarana perkotaan, lokasi, dan aksesibilitas. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang datanya diperoleh berdasarkan kondisi saat ini yaitu data tahun 2003 dan data dari tahun 1996-2003.
Dari uraian di atas maka dirumuskan tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah dengan faktor- factor yang diduga memiliki keterkaitan dengannya. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dirumuskan beberapa sasaran, yaitu teridentifikasinya perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah, teridentifikasinya kecamatan-kecamatan yang mengalami perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah, teridentifikasinya faktor-faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengan perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah, dan analisis kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah dengan faktor-faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengannya yaitu dengan melakukan pengelompokan kecamatan dalam 3 kelompok yaitu kelompok tinggi, sedang, dan rendah.
Berdasarkan hasil analisis, secara keseluruhan tidak terjadi kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi non sawah dengan faktor-faktor yang diduga memiliki keterkaitan dengannya, namun terdapat 8 (delapan) kecamatan yang memiliki kesesuaian dengan hipotesa tersebut. Kesesuaian tersebut terjadi di Kecamatan Batujajar, Cipatat, Lembang, Majalaya, Ciwidey, Cimaung, Padalarang, Rancaekek, Cimenyan, dan Cilengkrang. Kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi permukiman dengan faktor jumlah penduduk yaitu terjadi di Kecamatan Batujajar dan Cipatat, terdapat 1 (satu) kecamatan yang memiliki kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi industry dengan faktor jumlah industri yaitu Kecamatan Majalaya, terdapat 2 (dua) kecamatan yang memiliki kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi permukiman dengan faktor jumlah sarana perkotaan yaitu Kecamatan Ciwidey dan Cimaung, terdapat 1 (satu) kecamatan yang memiliki kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi permukiman dengan faktor lokasi yaitu Kecamatan Lembang, terdapat 1 (satu) kecamatan yang memiliki kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah menjadi industri dengan faktor lokasi yaitu Kecamatan Padalarang, dan terdapat 1 (satu) kecamatan yang terjadi kesesuaian antara perubahan guna lahan sawah sawah menjadi industri dengan factor aksesibilitas yaitu Kecamatan Padalarang.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2006).KETERKAITAN ANTARA PERUBAHAN GUNA LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG DIDUGA MEMILIKI KETERKAITAN DENGANNYA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KETERKAITAN ANTARA PERUBAHAN GUNA LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG DIDUGA MEMILIKI KETERKAITAN DENGANNYA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text
MLA Style
.KETERKAITAN ANTARA PERUBAHAN GUNA LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG DIDUGA MEMILIKI KETERKAITAN DENGANNYA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text
Turabian Style
.KETERKAITAN ANTARA PERUBAHAN GUNA LAHAN SAWAH MENJADI NON SAWAH DENGAN FAKTOR-FAKTOR YANG DIDUGA MEMILIKI KETERKAITAN DENGANNYA (Studi Kasus: Kabupaten Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP,2006.Text