// <![CDATA[PENENTUAN SEKTOR-SEKTOR EKONOMI POTENSIAL DI KOTA BANJAR]]> Shinta Kusumawati, S.T. Dosen Pembimbing 2 Yanti Budiyantini, Ir.,M.Dev.Plg. Dosen Pembimbing 1 WITA SRI HANDAYANI / 242002007 Penulis
Kota Banjar merupakan kota yang memiliki potensi ekonomi yang cukup baik. Saat ini perkembangan perekonomian Kota Banjar masih didominasi oleh sektor ekonomi primer, yaitu sektor pertanian. Berdasarkan karakteristik wilayah, Kota Banjar merupakan wilayah yang labil dan rawan bencana alam dan erosi. Pertumbuhan dan perkembangan wilayah selain dipengaruhi oleh kondisi ekonomi wilayahnya, juga harus didukung oleh daya dukung fisiknya. Oleh karena itu, berdasarkan permasalahan tersebut, dalam rangka membangun perekonomian Kota Banjar sebagai daerah otonom, diperlukan identifikasi sektor ekonomi potensial yang sesuai dengan kondisi ekonomi Kota Banjar dan karakeristik fisik wilayahnya. Terdapat 2 (dua) tahapan analisis dalam mengidentifikasi sektor ekonomi potensial di Kota Banjar, yaitu analisis ekonomi wilayah dan analisis fisik wilayah. Analisis ekonomi wilayah dilakukan untuk mengdentifkasi sektor-sektor ekonomi potensial di Kota Banjar berdasarkan tiga indikator, yaitu indikator laju pertumbuhan ekonomi (LPE), indikator basis ekonomi, dan indikator kontribusi sektor terhadap Propinsi Jawa Barat. Untuk analisis fisik wilayah, dilakukan untuk mengetahui adanya kesesuaian lahan bagi pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial. Analisis ini menggunakan teknik overlay atau penampalan peta-peta tematik dalam sistem informasi geografis. Berdasarkan hasil analisis yang didapat, saat ini Kota Banjar belum memiliki sektor ekonomi potensial, namun memiliki tiga sector ekonomi yang berpeluang untuk menjadi potensial dan dapat berkembang di Kota Banjar adapun ketiga sektor tersebut adalab sektor bangunan, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta sektor jasa-jasa. Adanya dukungan kebijakan tata ruang sangat penting dalam pengerr.bangan sektor-sektor ekonomi yang memiliki pel uang untuk potensial. Salah satunya yaitu sistem pusat pelayanan yang mampu memberikan pengaruh terbadap struktur ruang wilayah Kota Banjar. Berdasarkan hasil analisis dukungan kebijakan tata ruang, saat ini terdapat tiga pusat pelayanan yang sesuai dikembangkan bagi sektor-sektor ekonomi yang berpeluang untuk potensial dengan cakupan pelayanan yang masih dominan untuk pelayanan lokal saja. Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan sektor-sektor ekonomi yang berpeluang untuk potensial, sebaiknya pemerintah Kota Banjar untuk dapat mampu mengembangkan lingkup kegiatan sektor-sektor tersebut yang tadinya hanya lingkup kegiatan lokal menjadi lingkup kegiatan yang lebih luas/regional.