BIAYA EKSTERNALITAS NEGATIF YANG TIMBUL PADA SAAT JAM PUNCAK (Studi Kasus: Jalan Cihampelas Bandung)
Prasarana jalan memiliki peranan yang sangat penting dalam mendorong pengembangan suatu wilayah karena membuka pergerakan, sehingga orang atau barang dapat bergerak dari satu wilayah ke wilayah yang lain. Jalan adalah ruang lalu-lintas tempat kendaraan dan orang bergerak untuk berpindah tempat. Jalan diperuntukan bagi lalu-lintas umum dan jalan merupakan barang publik karena dapat dikonsumsi oleh semua orang. Jalan Cihampelas yang merupakan barang publik, mengalami dampak negatif akibat tingginya kebutuhan dalam melewati ruas jalan atau tingginya pergerakan penduduk. Tingginya pergerakan penduduk dalam melewati ruas jalan merupakan kegiatan mengkonsumsi barang publik, yang jika berlebih akan mengurangi nilai dari barang tersebut sehingga mengakibatkan pembebanan lalu-lintas pada jaringan jalan Pembebanan lalu-lintas yang melebihi kapasitas tampung jalan menyebabkan kesendatan lalu-lintas, maka dampak yang dominan adalah kemacetan.
Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasikan besarnya biaya eksternalitas negatif yang ditimbulkan pada jam puncak sebagai akibat kegiatan mengkonsumsi barang publik berupa tambahan waktu perjalanan yang dialami pengguna kendaraan. Sasaran studi yang dilakukan agar diketahui besarnya dampak ekternalitas negatif yang merupakan biaya sosial (biaya perjalanan) dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) akibat adanya kegiatan mengkonsumsi barang publik terhadap kondisi lalu-lintas.
Analisis yang dilakukan dengan cara menghitung besarnya tingkat pelayanan jalan, menghitung besarnya biaya perjalanan, yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu; biaya perjalanan pada jam puncak, biaya perjalanan menurut rencana, dan tambahan biaya perjalanan, dan menghitung besarnya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang terbagi menjadi tiga bagian, yaitu konsumsi BBM pada jam puncak, konsumsi BBM menurut rencana, dan tambahan konsumsi BBM Biaya ekstemalitas negatif dihasilkan dari anggapan penjumlahan, tambahan biaya perjalanan dengan tambahan konsumsi bahan bakar minyak pada jam puncak.
Jalan Cihampelas sebagai jalur penghubung pergerakan internal kota dan ekstemal kota terutama pergerakan antar wilayah bagian utara kota dan pusat kota, mengalami penurunan kemampuan pelayanan jalan sebagai dampak dari tingginya pergerakan di ruas jalan. Hal ini terjadi terutama pada jam puncak kegiatan. Terdapatnya dampak berupa tundaan gerak, yang mengakibatkan tambahan waktu perjalanan, merupakan biaya yang dialami masyarakat pengguna Jalan Cihampelas. Hal ini seharusnya tidak boleh tefjadi, mengingat jalan merupakan barang publik yang disediakan pemerintah. Hasil studi menunjukkan bahwa biaya kemacetan pada tahun 2003 sebesar Rp.2,03 milyar pertahun pada jam puncak dan biaya tambahan konsumsi bahan bakar minyak akibat bertambahnya waktu perjalanan sebesar Rp.2.303.499,24 perhari selama terjadinya jam puncak. Biaya eksternalitas negatif yang paling tinggi diderita oleh moda angkut kendaraan pribadi, dikarenakan besarnya volume kendaraan yang melewati Jalan Cihampelas. Total biaya ekstemalitas negatif sebesar Rp. 7.953.043,12 perhari selama terjadinya jam puncak.
Besarnya biaya ekstenalitas negatif yang ditanggung oleh pengguna jalan memerlukan suatu tindak lanjut untuk meminimalkan dampak tersebut sebagai suatu upaya penanganan pengelolaan lalu-lintas.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2004).BIAYA EKSTERNALITAS NEGATIF YANG TIMBUL PADA SAAT JAM PUNCAK (Studi Kasus: Jalan Cihampelas Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.BIAYA EKSTERNALITAS NEGATIF YANG TIMBUL PADA SAAT JAM PUNCAK (Studi Kasus: Jalan Cihampelas Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP,2004.Text
MLA Style
.BIAYA EKSTERNALITAS NEGATIF YANG TIMBUL PADA SAAT JAM PUNCAK (Studi Kasus: Jalan Cihampelas Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP,2004.Text
Turabian Style
.BIAYA EKSTERNALITAS NEGATIF YANG TIMBUL PADA SAAT JAM PUNCAK (Studi Kasus: Jalan Cihampelas Bandung) ().Teknik Planologi:FTSP,2004.Text