// <![CDATA[PEMILIHAN ALTERNATIF INDUSTRI BARU SEBAGAI PENANGGULANGAN DAMPAK RELOKASI INDUSTRI TEKSTIL TERHADAP TENAGA KERJA TEKSTIL, KANTIN, WARUNG DAN KONTRAKAN RUMAH]]> Sony Herdiana, ST., MReg.Dev. Dosen Pembimbing 2 Akhmad Setiobudi, Ir, M.T. Dosen Pembimbing 1 FARYZAL NURHAYANTO / 242000004 Penulis IMAN BACHTIAR / 242000049 Penulis 2
Kecamatan Majalaya yang secara administratif berada di Wilayah Kabupaten Bandung, merupakan salah satu kota yang terkenal dengan industry tekstilnya. Selain memberikan devisa yang cukup besar, ternyata industri tekstil di Kecamatan Majalaya ini juga membawa dampak negatif, salah satunya adalah terhadap ketersediaan air tanah di Kecamatan Majalaya. Dengan banyaknya industri tekstil yang membutuhkan penggunaan air tanah, maka ketersedian air tanah di Kecamatan Majalaya semakin menipis. Berkurangnya ketersediaan air tanah di Kecamatan Majalaya, yaitu pada tahun 1958 permukaan air tanah 4,30 m dari atas permukaan tanah dan pada tahun 1997 berkurang menjadi 34,64-51,45 m, membuat pemerintah Kabupaten Bandung merelokasi industri telrstil basah (industri tekstil yang proses produksinya menggunakan air) di Kecamatan Majalaya lee Kecamatan Cipendeuy dan Kecamatan Cililin. Dengan adanya rencana pemindahan lcawasan industri tekstil di Kecamatan Majalaya tersebut, timbul permasalahan yaitu terhadap tenaga kerja dan penghasilan masyarakat. Hal ini menjadi permasalahan yang sangat serius karena berdasarkan data yang ada, sebagian besar penduduk di Kecamatan Majalaya bermata pencaharian sebagai buruh pabrik industri tekstil, yaitu sebanyak 24.844 (50,83%). lni menandakan bahwa perekonomian penduduk di Kecamatan Majalaya bertumpu pada sektor industri tekstil. Rencana relokasi tersebut akan menimbulkan dampak terhadap pengangguran karyawan tekstil, karyawan warung, karyawan kantin dan dampak berkurangnya penghasilan terhadap pemilik warung, pemilik kantin, pemilik kontrakan rumah. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak relokasi industri tekstil di Kecamatan Majalaya terhadap tenaga kerja tekstil, tenaga kerja warung, kantin dan penghasilanlpendapatan pemilik warung, pemilik kantin dan pemilik kontrakan rumah yang terjadi akibat dari akan dipindahkannya, serta menentukan alternatif industri baru yang sesuai di Kecamatan Majalaya untuk menanggulangi dampak terhadap tenaga kerja dan penghasilan/pendapatan masyarakat yang terjadi setelah industri tekstil dipindahkan. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, peneliti menggunakan metode analisis tabulasi silang dalam menganalisis rencana pekerjaan mengetahui hubungan rencana pekerjaan dengan tenaga kerja tekstil berdasarkan lcriteria umur, jenis kelamin, tempat tinggal, asal daerah, penghasilan, tingkat pendidikan serta menganalisis dampak yang terjadi terhadap penghasilan pemilik warung, pemilik kantin, dan pemilik kontrakan rumah sebelum dan sesudah industri tekstil direlokasi. Metode analisis hirarki proses (AHP) untuk menganalisis permilihan alternatif industri baru sebagai penanggulangan dampak bagi karyawan industri, karyawan warung dan kantin yang menganggur setelah industri tekstil dipindahkan. Dengan berjalannya rumusan penanggulangan dampak ini, diharapkan nantinya alternatif industri baru ini dapat memberikan dampak yang positif tidak hanya untuk tenaga kerja industri, warung dan kantin, serta terhadap penghasilan pemilik warung, kantin, dan kontrakan saja, melainkan berdampak terhadap perekonomian wilayah Kecamatan Majalaya dan wilayah-wilayah di sekitarnya.