KONDISI SEKTOR PERTANIAN SETELAH ADANYA PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI (WILAYAH STUDI: KOTA BOJONEGARA, BANTEN)
Semakin maraknya kegiatan pembangunan sektor perkotaan atau sektor nonpertanian di sebagian besar kota di Indonesia pada saat ini dapat mendesak luas lahan yang digunakan untuk sektor pertanian. Lahan untuk sektor pertanian tersebut telah digantikan oleh kegiatan lain seperti perdagangan, industri, perkantoran, perumahan, juga untuk kegiatan penurifang perhubungan seperti pelabuhan, bandara, stasiun atau terminal yang membutuhkan lahan yang cukup luas. Fenomena seperti ini dapat mempengaruhi kesejahteraan tenaga kerja di sector pertanian yaitu pertani dan keluarganya.
Penelitian ini akan membahas mengenai Kota Bojonegara yang merupakan kota pesisir dengan kegiatan seperti pelabuhan, industri, perikanan, pertanian, pembangkit listrik, dan lain-lain yang mempunyai potensi yang sangat besar untuk berkembang. Tercantum dalam PP No. 47/1997 tentang RTRWN dan dalam RTR Pulau Jawa-Ba/i, telah ditetapkan bahwa pengembangan Pelabuhan Tarifung Priuk dan Pelabuhan Bojonegara merupakan satu sistem yang saling melengkapi (komplementer) sebagai IHP (International Harbour Port). Selain itu, Pelabuhan Bojonegara yang terletak dalam Kawasan Andalan Bojonegara-Merak-Cilegon diharapkan dapat merifadi salah satu pemicu dalam pengembangan Kota Bojonegara. Keadaan seperti ini sangat memungkinkan Kota Bojonegara berkembang sangat pesat dan memungkinkan juga adanya peningkatan luas lahan sektor perkotaan seperti sektor industri yang berkembang akibat adanya pelabuhan tersebut.
Berkaitan dengan hal di atas, studi ini menganalisis perkembangan sector pertanian dan sektor industri di Kota Bojonegara serta dampaknya bagi kondisi fisik Kota Bojonegara, ekonomi, sosial, dan sumber daya manusia masyarakat Kota Bojonegara dan kebijakan pemerintah Kota Bojonegara. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini antara lain metode Korelasi Bivariat untuk mengetahui hubungan kedua sektor dan metode proyeksi Eksponensial untuk mengetahui perkembangan luas lahan sektor pertanian, jumlah tenaga kerja sektor pertanian, dan jumlah tenaga kerja sektor industri sedangkan untuk perkembangan luas lahan industri didapat dari analisis Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Bojonegara.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa perkembangan sector pertanian terus menurun setiap tahunnya sedangkan perkembangan sektor industry mengalami peningkatan. Hasil analisis juga menyebutkan bahwa penurunan sector pertanian dipengaruhi oleh peningkatan sektor industri secara langsung maupun tidak langsung. Selain itu dampak yang dirasasakan akibat perkembangan tersebut adalah dari segi fisik Kota Bojonegara, sosial, ekonomi, dan sumber daya manusia masyarakat Kota Bojonegara, dan juga kebijakan pemerintah Kota Bojonegara.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2007).KONDISI SEKTOR PERTANIAN SETELAH ADANYA PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI (WILAYAH STUDI: KOTA BOJONEGARA, BANTEN) ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.KONDISI SEKTOR PERTANIAN SETELAH ADANYA PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI (WILAYAH STUDI: KOTA BOJONEGARA, BANTEN) ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
MLA Style
.KONDISI SEKTOR PERTANIAN SETELAH ADANYA PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI (WILAYAH STUDI: KOTA BOJONEGARA, BANTEN) ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text
Turabian Style
.KONDISI SEKTOR PERTANIAN SETELAH ADANYA PERKEMBANGAN SEKTOR INDUSTRI (WILAYAH STUDI: KOTA BOJONEGARA, BANTEN) ().Teknik Planologi:FTSP,2007.Text