// <![CDATA[PERENCANAAN GNODEB TEKNOLOGI 5G DENGAN BANDWIDTH DINAMIS PADA BAND 700 MHz DI PULAU JAWA DAN BALI MENGGUNAKAN KALKULATOR 5G NR]]> Rustamaji Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 Lucia Jambola, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 2 NERISA BEATRIX ANTUANET / 112019008 Penulis
Jaringan Seluler 5G telah beroperasi di Indonesia pada frekuensi mid band namun ketersediaannya masih terbatas. Penggunaan low band 700 MHz pada teknologi 5G menjadi pilihan untuk percepatan perluasan jaringan 5G. Bandwidth selebar 45 MHz pada band 700 MHz harus dimanfaatkan secara optimal. Optimalisasi jumlah gNodeB band 700 MHz di Jawa dan Bali menyoroti penggunaan bandwidth (BW) rendah untuk cakupan yang luas namun terbatas kapasitasnya, sementara BW tinggi memberikan kapasitas besar namun jangkauan yang terbatas. Perencanaan implementasi band 700 MHz seluler 5G selama 10 tahun kedepan menunjukkan mayoritas keputusan jumlah gNodeB mengikuti metode Coverage Dimensioning, namun cenderung menuju berimbang seiring dengan peningkatan lebar BW. Pada tahun 2032 diperlukan 22755 gNodeB dengan variasi penggunaan BW. Penggunaan BW 20 MHz dan BW 5M Hz mendominasi implementasi 5G pada frekuensi rendah 700 MHz, dengan transisi dari BW 20 MHz ke BW 5 MHz antara tahun 2028 dan 2029. Selain itu, BW 15 MHz digunakan sebagai opsi penyeimbang pada periode 2027-2030, sedangkan BW 10 MHz hanya digunakan pada tahun 2023.