// <![CDATA[PENGURANGAN KANDUNGAN TOTAL DISSOLVED SOLID (TDS), KONDUKTIVITAS DAN NATURAL ORGANIC MATTER (NOM) PADA AIR BAKU BENDUNGAN JATILUHUR MENGGUNAKAN KOMBINASI MEMBRAN DAN RESIN ION EXCHANGE]]> Jono Suhartono, S.T., M.T., Ph.D. Dosen Pembimbing 1 ANASTASYA SALSABILLA / 142019040 Penulis DEWI ROSALINA / 142019052 Penulis 2
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan air yang berkualitas tinggi untuk berbagai aplikasi industri, proses demineralisasi menjadi solusi yang efektif untuk menghilangkan mineral dan ion-ion yang dapat mengganggu proses produksi. Air memiliki peranan yang sangat penting antara lain sebagai kebutuhan air proses, air pendingin dan kebutuhan utilitas lainnya. Adanya kontaminan di dalam air menjadi faktor yang perlu diperhatikan. Keberadaan kontaminan dapat menjadikan masalah serius karena dapat menimbulkan korosi, pencemaran logam berat, scaling dan bahan-bahan berbahaya lainnya. Air yang digunakan wajib memenuhi standar yang berlaku dengan cara melalui serangkaian proses pemurnian. Persyaratan air demineral dapat ditinjau dari kandungan Total Dissolved Solid (TDS), konduktivitas dan Natural Organic Matter (NOM). Pada penelitian ini dipelajari proses pengolahan air menggunakan kombinasi teknologi membran dan ion exchange. Membran Reverse Osmosis (RO), membran Ultrafiltrasi (UF) dan resin ion exchange dipelajari baik secara mandiri maupun kombinasi. Parameter lainnya yang diteliti yaitu pengaruh laju alir terhadap TDS, konduktivitas dan NOM. Selain itu, parameter lainnya yang diteliti yaitu pengaruh laju alir terhadap lokasi pengambilan sampel air di Bendungan Jatiluhur. Hasil penelitian menunjukkan, proses terbaik dalam pengurangan TDS, konduktivitas dan NOM diperoleh menggunakan kombinasi RO dan resin dengan pengurangan TDS sebesar 89%, konduktivitas 88% dan NOM 100%.