// <![CDATA[PENGARUH SIFAT MEKANIS AGREGAT SEBAGAI BAHAN CAMPURAN TERHADAP KUAT TEKAN GEOPOLYMER]]> Euneke Widyaningsih, S.T., M.T. Dosen Pembimbing 1 ANWAR HERMAWAN / 222017198 Penulis
Beton adalah bahan bangunan yang umum digunakan karena memiliki kekuatan untuk menahan gaya tekan yang tinggi, beton sendiri terdiri dari agregat halus (pasir), agregat kasar (kerikil), dan semen. Namun penggunaan semen memiliki banyak kekurangan terlebih dampak terhadap lingkungan, dimulai dari proses penggunaan bahannya dengan mengeruk gunung kapur yang cukup banyak. proses produksi semen menghasilkan gas emisi CO2 dalam jumlah yang sebanding dengan jumlah semen yang diproduksi. Dengan kata lain, memproduksi 1 ton semen sama dengan memproduksi 1 ton CO2 ke dalam udara. Pada saat ini sudah banyak dilakukan pengembangan beton dengan menggunakan bahan pengikat anorganik seperti alumina – silicate polymer atau biasa disebut dengan geopolymer. Geopolymer merupakan sintesa bahan-bahan alam non organik lewat proses polimerisasi. Beton geopolymer adalah senyawa silicate alumina anorganik, yang disintesiskan dari bahan-bahan produk sampingan seperti abu terbang (fly ash) sebagai bahan pengikat sementara aktivatornya terbentuk dari dua senyawa kimia yaitu Natrium hidroksida (NaOH) dan Natrium silikat (????????2????????????3). Penelitian ini menggunakan metode studi eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan dan nilai permeabilitas mortar geopolymer. Sampel benda uji pada penelitian kali ini berjumlah 72 mortar dengan variasi kadar lumpur terkoreksi 5% dan tidak terkoreksi, gradasi agregat (menerus, bercelah, seragam), kondisi agregat (basah, SSD, kering). Didapatkan hasil pengujian kuat tekan optimum pada 7,14, dan 28 hari dengan variasi (kadar lumpur dikoreksi 5%, menerus, SSD) yaitu sebesar 35,51 MPa, 42,110 MPa, 47,77 MPa.