// <![CDATA[EVALUASI KEBISINGAN PERJALANAN KERETA API TERHADAP LINGKUNGAN]]> Dr. Samun Haris, Ir., M.T. Dosen Pembimbing 1 LUTFIAH MIRA PERMATA / 222019151 Penulis
Kebisingan kereta api merupakan suara yang berasal dari kegiatan operasional kereta api seperti pergesekan antara roda rel, bunyi sinyal di perlintasan, dan klakson dalam waktu tertentu. Pemilihan tempat penelitian di SDN 001 Merdeka dikarenakan jalan tersebut hanya satu arah maka jika kereta api melintas kendaraan tidak bisa lewat karena terhalang portal kereta api dan penelitian dilakukan pada hari libur sehingga pada saat pengukuran suara sampel tidak terganggu suara lainnya. Tujuan dilakukan evaluasi kebisingan siang hari (Ls) pada sekolah tersebut untuk membandingkan hasil kebisingan di luar ruangan dan di dalam ruangan sehubungan penghalang, pengukuran menggunakan Sound Level Meter. Metode pengukuran yang digunakan berdasarkan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 48 Tahun 1996, tentang baku kebisingan. Pengukuran kebisingan pada saat kereta api melintas di luar ruangan di T1 dengan jarak 15 m memiliki kebisingan sebesar 78,38 dBA, T2 sebesar 75,21 dBA, T3 sebesar 66,72 dBA dan T4 di dalam ruangan sehubungan penghalang dengan jarak 15 m memiliki kebisingan sebesar 48,50 dBA. Sedangkan pada saat kereta api tidak melintas T1 memiliki hasil sebesar 77,03 dBA dan T4 memiliki hasil sebesar 46,16 dBA. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kebisingan di luar ruangan pada saat kereta melintas dan tidak melintas lebih tinggi dari ketentuan 55 dBA sedangkan kebisingan di dalam ruangan sehubungan penghalang memiliki kebisingan yang lebih rendah dari ketentuan 55 dBA.