// <![CDATA[VARIASI INDEKS KEKERINGAN DENGAN METODE STANDARDIZED PRECIPITATION INDEX (SPI) DI KOTA BANDUNG]]> SYAKAR MUHAMAD / 232019034 Penulis Dr. rer. nat. Dian Noor Handiani Dosen Pembimbing 1
Curah hujan yang rendah menjadi salah satu faktor terjadinya kekeringan dengan indeks presipitasi yang rendah dimana Kota Bandung mengalami potensi kejadian kekeringan berdasarkan hal tersebut yang ditunjukan dengan rendahnya curah hujan di beberapa tahun terakhir. Perlu adanya tindakan untuk mengenali karakteristik kekeringan sebagai langkah mitigasi di waktu yang akan datang. Standardized Precipitation Index (SPI) meruapkan model untuk mengukur kekurangan/defisit curah hujan pada berbagai periode berdasarkan kondisi normalnya. Metode ini dipilih dalam menghitung indeks dan menggambarkan tingkat keparahan kekeringan, serta metode ini jika dibandingkan dengan metode lain dalam teknisnya lebih sederhana. Data curah hujan yang digunakan pada penelitian ini adalah pada tahun 2012-2022 yang diperoleh dari situs CHIRPS dan BMKG. Hasil nilai SPI di Kota Bandung Tahun 2012 memiliki rentang nilai dari yang terendah yaitu -3,003 dan yang tertinggi yaitu 2,063. Sedangkan Tahun 2022 memiliki rentang nilai dari yang terendah yaitu -1,848 dan yang tertinggi yaitu 2,078. Hasil analisis kekeringan tersebut kemudian dipetakan menggunakan software ArcGIS untuk kebutuhan visualisasi dari sebaran kekeringan yang terjadi di Kota Bandung pada Tahun 2012 dan 2022. Pada penelitian ini bulan Maret Tahun 2012 menjadi bulan yang mengalami kejadian "Kering" dan bulan lain dalam kondisi normal. Sedangkan pada Tahun 2022 bulan Maret dan Oktober mengalami Kejadian "Agak Basah".