// <![CDATA[PEMANTAUAN PENURUNAN MUKA TANAH DI WILAYAH BANDUNG PASCAPEMBANGUNAN KERETA CEPAT INDONESIA-CHINA MENGGUNAKAN METODE DINSAR]]> Dr. Ir. Dewi Kania Sari, M.T. Dosen Pembimbing 1 MOCH. FAJAR MUHARAM / 232019080 Penulis
Salah satu proyek strategis nasional di Indonesia adalah Kereta Cepat Indonesia-China. Dalam pelaksanaan pembangunannya Kereta Cepat Indonesia-China seringkali memerlukan penggalian tanah dan pengisian kembali tanah pada area proyek. Hal ini dapat memengaruhi kondisi geologi dan hidrologi di sekitar proyek, yang dapat menyebabkan penurunan muka tanah. Penurunan muka tanah merupakan penurunan tanah terhadap suatu bidang referensi tertentu yang dianggap stabil. Tujuan penelitian ini untuk melakukan pemantauan laju penurunan muka tanah dengan menggunakan metode DInSAR pascapembangunan Kereta Cepat Indonesia-China di sekitar jalur nya, rentang waktu tahun 2018—2022. Metode dalam penelitian ini menggunakan teknik DInSAR dengan data citra satelit Sentinel-1A dan DEM SRTM 1arc-sec, pengolahan data DInSAR menggunakan perangkat lunak SNAP 8.0. Hasil dari penelitian ini rata-rata laju penurunan muka tanah rentang waktu Tahun 2018—2022 sebesar -0,100 m/tahun. Pada tahun 2018, 2019, 2020, 2021, dan 2022 terjadi penurunan muka tanah di sekitar jalur Kereta Cepat Indonesia-China dengan nilai penurunan muka tanah tertinggi setiap tahunnya sebesar -0,159m, -0,229m, -0,171m, -0,184m, dan -0,270m.