// <![CDATA[ANALISIS REGRESI DAN KORELASI ANTARA LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUK DENGAN ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI KOTA PADANG TAHUN 2012─2022]]> Dr. Ir. Dewi Kania Sari, M.T. Dosen Pembimbing 1 MUHAMMAD FAJRI ARIF / 232022068 Penulis
Kota Padang memiliki populasi yang cukup besar dan terus meningkat setiap tahun, sehingga Kota Padang menjadi kota dengan penduduk terbanyak di Provinsi Sumatera Barat. Peningkatan jumlah penduduk ini mengakibatkan adanya peningkatan kebutuhan lahan sehingga terjadi alih fungsi lahan di Kota Padang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara laju pertumbuhan penduduk dengan alih fungsi lahan pertanian di Kota Padang antara tahun 2012 hingga tahun 2022. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang terdiri dari data penggunaan lahan Kota Padang tahun 2012 yang diperoleh dari Bappeda Kota padang, data penggunaan lahan Kota Padang tahun 2022 yang diperoleh dari PUPR Kota padang, dan data jumlah penduduk Kota Padang tahun 2012 dan 2022 yang diperoleh dari BPS Kota Padang. Metode untuk mengetahui hubungan laju pertumbuhan penduduk dengan alih fungsi lahan pertanian adalah analisis regresi dan korelasi. Untuk menganalisis korelasi antara laju pertumbuhan penduduk dengan alih fungsi lahan pertanian dilakukan dengan menggunakan regresi linear dan non linear model eksponensial. Berdasarkan nilai koefisien determinasi, nilai kesalahan baku perkiraan, dan uji t, maka analisis regresi eksponensial lebih sesuai dibandingkan dengan analisis regresi linear. Hasil analisis korelasi menggunakan regresi linear menunjukkan korelasi positif dan lemah, sementara hasil analisis korelasi dengan menggunakan model regresi eksponensial menunjukkan korelasi positif dan cukup kuat. Jika dilihat koefisien determinasinya (r²) dengan menggunakan regresi eksponensial, maka diperoleh hasil r² sebesar 0,3022, artinya sebesar 30,22% faktor laju pertumbuhan penduduk dapat memengaruhi alih fungsi lahan pertanian dan 69,78 % sisanya dipengaruhi oleh faktor lain.