IDENTIFIKASI DAMPAK URBAN SPRAWL TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011 & 2021
Kabupaten Bandung mengalami pertumbuhan penduduk yang tinggi sebagai hasil urbanisasi, menyebabkan konversi lahan pertanian menjadi lahan non-pertanian akibat urban sprawl. Konversi lahan mengancam produksi dan ketersediaan pangan beras di Kabupaten Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak urban sprawl terhadap lahan pertanian sawah dan ketersediaan pangan beras di Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan analisis spasial, dan analisis skoring. Kabupaten Bandung mengalami perluasan wilayah perkotaan di 13 kecamatan. Pada 2011, 11 kecamatan termasuk Rancabali, Ciwidey, Cangkuang, Pameungpeuk, Katapang, Margahayu, Margaasih, Dayeuh Kolot, Rancaekek, Cicalengka, dan Cimenyan terkena dampak urban sprawl. Pada 2021, dampaknya masih dirasakan di 8 kecamatan seperti Kecamatan Cileunyi, Nagreg, Rancabali, Margaasih, Margahayu, Katapang, Dayeuh Kolot, dan Cimenyan. Pola urban sprawl yang terbentuk adalah Ribbon. Urban sprawl di Kabupaten Bandung mengakibatkan konversi lahan pertanian sawah menjadi lahan terbangun. sepuluh tahun terakhir, luas lahan sawah berkurang sekitar 2.563,92 hektar, menyebabkan kehilangan produksi padi mencapai 16.152 ton.
Detail Information
Citation
APA Style
. (2024).IDENTIFIKASI DAMPAK URBAN SPRAWL TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011 & 2021 ().Teknik Planologi:FTSP
Chicago Style
.IDENTIFIKASI DAMPAK URBAN SPRAWL TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011 & 2021 ().Teknik Planologi:FTSP,2024.Text
MLA Style
.IDENTIFIKASI DAMPAK URBAN SPRAWL TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011 & 2021 ().Teknik Planologi:FTSP,2024.Text
Turabian Style
.IDENTIFIKASI DAMPAK URBAN SPRAWL TERHADAP KETERSEDIAAN BERAS KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2011 & 2021 ().Teknik Planologi:FTSP,2024.Text